Menjaga Harmoni: Cahaya Pagi Kupas Pentingnya Toleransi

  • 18 Mei 2026 08:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Mengawali pekan dengan kesejukan rohani, Programa 4 RRI Surabaya kembali menyapa pendengar setia lewat siaran interaktif Cahaya Pagi, Senin, 18 Mei 2026. Edisi kali ini terhubung sebagai narasumber Ustaz Ismail Abduh, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Mengangkat topik, "Menjaga Harmoni: Pentingnya Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-hari", dialog pagi ini mengajak masyarakat untuk kembali merekatkan tali persaudaraan di tengah keberagaman. Dalam paparannya, Ustaz Ismail Abduh menekankan bahwa toleransi (tasamuh) dalam Islam bukan berarti mengorbankan akidah, melainkan seni menghargai perbedaan tanpa harus merasa terancam.

Di wilayah kosmopolitan seperti Surabaya, khususnya Kecamatan Lakarsantri yang masyarakatnya kian heterogen, toleransi menjadi fondasi utama. "Toleransi itu bukan sekadar di lisan atau tertulis di atas kertas. Toleransi sejati adalah bagaimana kita tetap bisa tersenyum, saling menyapa, dan bekerja sama dengan tetangga kita yang berbeda keyakinan, suku, atau pandangan politik dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ustaz Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa menjaga harmoni sosial merupakan cerminan dari kematangan beragama. Masyarakat yang relijius seharusnya menjadi masyarakat yang paling depan dalam menciptakan kedamaian.

Untuk mewujudkan harmoni yang konkret di lingkungan keluarga dan tetangga, Ustaz Ismail membagikan beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Menghindari Prasangka (Su'udzon), dengan membuka ruang dialog dan tabayyun (klarifikasi) jika ada kesalahpahaman antarwarga.

Lalu juga mengedepankan Saling Menghormati, dengan tidak mengganggu peribadatan orang lain dan tetap menjaga hak-hak bertetangga secara adil. Gotong Royong Tanpa Pandang Bulu, dengan cara terlibat aktif dalam kegiatan sosial kampung (seperti kerja bakti atau pos ronda) tanpa membatasi diri pada kelompok tertentu.

Dialog interaktif ini memantik antusiasme tinggi dari para pendengar Pro 4 RRI Surabaya. Banyak di antaranya yang bergabung melalui saluran telepon dan WhatsApp untuk berbagi cerita tentang indahnya kebersamaan di lingkungan tempat tinggal mereka, sekaligus berkonsultasi mengenai cara meredam potensi konflik sosial di tingkat RT/RW.

Di akhir siaran, Ustaz Ismail Abduh mengajak seluruh warga kota pahlawan untuk menjadikan Surabaya sebagai barometer kota yang aman, sejuk, dan toleran. "Mari kita jaga rumah besar kita ini. Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan bersama," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....