Industri Penyeberangan Tertekan, Tarif Dinilai Sudah Tertinggal 38 Persen
- 16 Mei 2026 09:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengusaha kapal penyeberangan meminta pemerintah segera menyesuaikan tarif angkutan penyeberangan. Hal in menjadi perhatian Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono.
Ditemui disela acara penghargaan mitra kerja PT Dharma Lautan Utama (DLU), Jumat malam, 15 Mei 2026, Bambang Haryo menyebut akan membawa aspirasi itu kepada Pemerintah Pusat. Dimana tarif penyeberangan saat ini tertinggal 38 persen.
"Sudah saya sampaikan kepada pemerintah, kepada Pak Menteri, bahwa tarif kami itu tertinggal udah 38 persen. Dan ini tidak bisa dibiarkan, karena tarif itu berhubungan dengan undang-undang," ujarnya.
Sebagaimana yang tercantum dalam Undang Undang tersebut, lanjut Bambang Haryo, akan mempengaruhi seluruh sistem dan standarisasi pelayanan. Dijelaskannya, mulai dari keamanan, keselamatan, maupun fasilitas yang ada.
"Perhitungan tarif itu untuk menyeimbangkan dengan standarisasi layanan, kenyamanan, dan keselamatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Nah ini sudah dilakukan penghitungan di 2019 adalah kekurangannya sekitar 38 persen," katanya.
Bambang Haryo yang juga penasihat PT DLU ini menegaskan, permintaan para pengusaha kapal penyeberangan ini akan secepatnya disampaikan. Sekaligus memastikan, tidak akan berdampak besar terhadap tarif tiket bagi konsumen.
"Dampak daripada kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu besar, tapi ini membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan industri, transportasi, penyeberangan, dan angkutan laut," terangnya.
Pada momen tersebut, Bambang Haryo juga mengapresiasi kinerja moda transportasi laut yang berhasil mencatatkan Zero incident dan Zero accident sepanjang angkutan Lebaran 2026. Diharapkan capaian ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono turut mengapresiasi capaian angkutan penyeberangan kapal. Tidak hanya kelaikan kapal maupun jumlah muatan, tetapi juga mengantisipasi cuaca, sebagai upaya mitigasi keselamatan.
"Teman-teman dari Dharma Lautan sangat konsen sekali terhadap masalah cuaca dan kerjasama ini sekarang kami contohkan kepada perusahaan-perusahaan pelayar yang lain untuk mencontoh bekerjasama dengan BMKG untuk bisa memberikan bagaimana cuaca di sepanjang perjalanan yang akan ditemukan," terangnya.
Acara penghargaan ini, merupakan rangkaian Hari Jadi PT DLU menuju setengah abad atau 50 tahun berkiprah pada industri perkapalan penyeberangan. Menjadi salah satu perusahaan yang mendapat penilaian positif dari Pemerintah, maupun konsumen penyeberangan kapal.
Direktur Utama PT. Dharma Lautan Utama saat ini adalah Erwin H. Poedjono mengakui, berbagai tantangan dan rintangan dilalui. Namun menurutnya, inovasi dan kreatifitas yang membuat perusahaan bertahan ditengah tantangan zaman.
"Perjalanan kami yang tidak selalu mulus, tidak selalu mudah, tapi Alhamdulillah kita bisa eksis dengan inovasi, kreativitas, dan juga ketekunan kita semua kita semua bisa tetap bertahan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, turut hadil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bahkan orang nomer satu di Jatim ini menjadi pemotong tumpeng pertama, sebagi ungkapan syukur perjalanan setengah abad perusahaan asal Surabaya ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....