Padel for Hope Galang Dukungan Rumah Singgah Pasien Anak di Surabaya dan Lampung

  • 16 Mei 2026 08:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Ribuan keluarga pasien anak dari berbagai daerah di Jawa Timur masih menghadapi persoalan berat saat mendampingi anak menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan. Tidak sedikit orang tua yang terpaksa tidur di selasar rumah sakit, masjid, hingga pom bensin karena tidak mampu menanggung biaya tempat tinggal selama proses perawatan berlangsung.

Data RS Kemenkes Surabaya mencatat sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar kota seperti Banyuwangi, Jember, Madiun, hingga Madura. Sebagian keluarga bahkan harus menempuh perjalanan hingga 10 jam demi mendapatkan layanan kesehatan bagi anak mereka.

Sekitar 30 persen pasien menjalani pengobatan penyakit kronis seperti kanker, gangguan jantung, dan penyakit ginjal yang membutuhkan pendampingan jangka panjang. Selama masa pengobatan, kebutuhan akomodasi dan biaya hidup keluarga pasien bisa mencapai Rp8,5 juta per bulan.

Kondisi tersebut mendorong Yayasan Ronald McDonald House Charities membangun Rumah Singgah kelima berkapasitas 33 kamar di RS Kemenkes Surabaya serta Ruang Tunggu Keluarga di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman bagi keluarga pasien anak selama menjalani pengobatan.

Keberadaan rumah singgah sangat membantu keluarganya saat mendampingi anak menjalani pengobatan leukemia.

Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities, Caroline Djajadiningrat, mengatakan rumah singgah bukan sekadar tempat menginap, tetapi ruang pemulihan emosional bagi anak dan keluarga.

“Kami ingin anak-anak tetap dapat bermain, belajar, dan merasakan kehadiran keluarga di sisi mereka karena itu sangat penting selama pengobatan,” ujarnya.

Kisah perjuangan keluarga pasien juga dialami Elfridus yang mendampingi anaknya melawan leukemia di rumah sakit rujukan jauh dari kampung halaman.

“Yang paling berat bukan hanya soal biaya, tetapi juga rasa lelah dan kebingungan saat harus menjalani semuanya di kota yang jauh dari rumah,” katanya.

Menurut Elfridus, keberadaan Rumah Singgah membantu keluarganya mendapatkan tempat beristirahat yang layak sekaligus tetap dekat dengan anak selama proses pengobatan.

Hingga kini, Yayasan RMHC telah mengoperasikan empat Rumah Singgah di Jakarta dan Denpasar yang telah melayani lebih dari 23 ribu keluarga dengan total lebih dari 66 ribu malam menginap.

Sebagai bagian dari penggalangan dukungan pembangunan rumah singgah baru, Yayasan RMHC menggelar turnamen amal Padel for Hope Vol. 2 di Jakarta pada 8–10 Mei 2026 yang diikuti lebih dari 260 peserta dari berbagai kalangan. Dukungan juga datang dari McDonald's Indonesia sebagai sponsor utama kegiatan tersebut.

Padel for Hope bukan sekadar turnamen olahraga, tetapi gerakan kolektif untuk menghadirkan harapan bagi keluarga pasien anak di Indonesia.

“Kontribusi yang diberikan memiliki peran besar dalam menghadirkan lebih banyak fasilitas Rumah Singgah dan Ruang Tunggu Keluarga Yayasan RMHC bagi ribuan keluarga pasien anak di berbagai daerah,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....