Iduladha 2026 Diprediksi Serentak 27 Mei

  • 16 Mei 2026 07:25 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Iduladha 2026 Diprediksi Serentak 27 Mei
  • Prediksi itu disampaikan peneliti astronomi dan astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.
  • Ia menjelaskan, posisi bulan baru atau hilal saat Matahari terbenam sudah cukup tinggi di wilayah Indonesia dan sebagian besar dunia
  • Meski demikian, Thomas mengimbau masyarakat tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kemenag pada Minggu, 17 Mei 2026.
  • Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya juga telah menetapkan Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026 melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

RRI.CO.ID, Surabaya — Umat Islam di Indonesia diprediksi merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah secara serentak pada Rabu, 27 Mei 2026. Prediksi itu disampaikan peneliti astronomi dan astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.

Melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Mei 2026, Thomas mengatakan, posisi hilal saat pemantauan diperkirakan telah memenuhi kriteria yang digunakan pemerintah, Muhammadiyah, maupun Arab Saudi.

“Insyaallah Iduladha 1447 H seragam,” kata Thomas.

Ia menjelaskan, posisi bulan baru atau hilal saat Matahari terbenam sudah cukup tinggi di wilayah Indonesia dan sebagian besar dunia. Karena itu, syarat penetapan awal bulan Hijriah dinilai telah terpenuhi.

“Maka, kriteria KHGT (Muhammadiyah) akan sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi), dan sama pula dengan MABIMS (Pemerintah). Satu Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga Iduladha jatuh pada 27 Mei 2026,” ujarnya.

Prediksi tersebut juga diperkuat data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Berdasarkan proyeksi pemantauan hilal pada Minggu, 17 Mei 2026 petang, ketinggian hilal di Indonesia berada pada kisaran 3,29 derajat di Merauke hingga 6,95 derajat di Sabang. Sementara itu, sudut elongasi tercatat berkisar antara 8,91 derajat hingga 10,62 derajat.

Angka tersebut telah melampaui Kriteria Baru MABIMS yang menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya juga telah menetapkan Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026 melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Meski demikian, Thomas mengimbau masyarakat tetap menunggu keputusan resmi pemerintah. Penetapan awal Zulhijah dan Hari Raya Iduladha secara resmi akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia pada Minggu besok, 17 Mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....