Tren Kematian Ibu-Bayi Sidoarjo Menurun, Evaluasi Berlanjut

  • 16 Mei 2026 07:41 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sidoarjo sepanjang 2025 menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, sejumlah kasus masih menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan, penurunan tersebut menjadi indikator positif dari berbagai upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Namun, pihaknya tidak menutup mata terhadap kasus-kasus yang masih terjadi.

“Ada beberapa kasus yang masih kami dalami, termasuk faktor risiko seperti usia ibu dan kondisi kesehatan selama kehamilan. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” ujar Lakhsmie, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, faktor penyebab kematian ibu dan bayi cukup beragam. Selain kehamilan di usia muda, komplikasi seperti stroke saat masa kehamilan juga menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, penguatan deteksi dini dan pendampingan terhadap ibu hamil menjadi langkah krusial untuk menekan angka kematian lebih lanjut. Hal ini termasuk memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan rutin serta edukasi yang memadai.

Selain aspek medis, Lakhsmie juga menyoroti pentingnya peran perempuan di tingkat desa. Kader kesehatan dan pemimpin perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi serta mendampingi ibu hamil di lingkungan masing-masing.

“Perempuan harus terus diberdayakan di semua aspek karena mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga,” katanya.

Dinas Kesehatan Sidoarjo pun berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah desa dan kader kesehatan, guna memastikan setiap ibu hamil mendapatkan perhatian dan layanan yang optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....