PAL Indonesia Dorong Kemandirian Alutsista di Situasi Geopolitik Global
- 16 Mei 2026 08:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketergantungan pada luar negeri dalam pemenuhan alat utama sistem persenjataan dinilai perlu segera dikurangi. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyebut situasi geopolitik global yang semakin kompleks menuntut Indonesia memperkuat kemandirian pertahanan.
Kaharuddin Djenot menilai industri pertahanan nasional harus menjadi prioritas strategis. Menurutnya, ketahanan negara tidak bisa terus bergantung pada negara lain.
“Industri pertahanan yang kuat adalah deterrence itu sendiri,” kata Kaharuddin, dikuti dari laman PAL, Jumat, 15 Mei 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam Diskusi Panel Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026.
Forum yang digelar di Sekolah Staf dan Komando TNI, Bandung, membahas peran strategis industri pertahanan nasional. Kaharuddin menegaskan industri pertahanan harus bertransformasi menjadi produsen teknologi.
“Industri pertahanan nasional tidak cukup hanya menjadi perakit, tetapi harus mampu melahirkan inovasi,” ujarnya. Ia menilai penguasaan teknologi strategis menjadi kunci kesiapan pertahanan Indonesia.
Kaharuddin mencontohkan transformasi di PT PAL melalui sistem digital berbasis kecerdasan buatan. Sistem itu dikenal sebagai Industri Maritim 4.0 atau IM4.
Transformasi tersebut dinilai meningkatkan kapasitas dan kecepatan produksi. Selain itu, langkah ini memperkuat perolehan kontrak strategis nasional.
Saat ini, PT PAL memasuki fase akhir transformasi perusahaan. Perusahaan diproyeksikan menjadi konsolidator nasional industri galangan kapal beserta ekosistem pendukungnya.
PT PAL juga mengembangkan produk inovatif seperti torpedo dan Kapal Selam Otonom (KSOT). Seluruh pengembangan dilakukan oleh talenta dalam negeri.
“Ketika dunia melihat Indonesia mampu merancang sistem senjata secara mandiri, itu pesan yang kuat,” katanya. Menurutnya, kemampuan itu lebih penting daripada sekadar jumlah alutsista.
Kaharuddin menambahkan capaian PT PAL didukung pemerintah dan pemangku kepentingan strategis. Sinergi tersebut memperkuat posisi industri pertahanan dalam arsitektur pertahanan nasional.
“PT PAL hadir bukan sekadar sebagai galangan kapal. Kami bagian dari arsitektur pertahanan nasional,” ucapnya.
Kehadiran PT PAL dalam forum Sesko TNI menegaskan pentingnya industri pertahanan. Pertumbuhan industri harus selaras dengan kebutuhan TNI menjaga kedaulatan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....