Khofifah Respons Kritik Dewan Jatim tentang Lama Sekolah Sampai SMP

  • 14 Mei 2026 18:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat capaian positif di sektor pendidikan dan kesehatan selama Tahun Anggaran 2025. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu 13 Mei 2026 menyebut sejumlah indikator berhasil menunjukkan peningkatan signifikan.

Khofifah mengatakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berhasil memenuhi seluruh indikator pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sebanyak 881 indikator pendidikan dilaporkan tercapai seratus persen.

Menurut Khofifah, kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada pada jenjang SMA, SMK, dan SLB. Sementara pendidikan dasar hingga SMP menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota.

“Kalau rata-rata lama sekolah masih setara kelas 3 SMP, mohon izin, kewenangannya ada di kabupaten/kota. Jadi harus ditempatkan sesuai makomnya,” kata Khofifah. Meski demikian, ia meminta seluruh daerah tetap memiliki komitmen bersama meningkatkan kualitas pendidikan.

Di sektor kesehatan, Khofifah menyampaikan angka stunting di Jawa Timur saat ini menjadi yang terendah kedua secara nasional setelah Bali. Selain itu, capaian Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Jawa Timur juga menempati posisi tertinggi kedua nasional setelah Jawa Tengah.

“Stunting Jawa Timur terendah kedua secara nasional setelah Bali. Jadi jangan kemudian problem di kabupaten tertentu langsung menjadi potret provinsi,” ujarnya.

Khofifah menambahkan capaian tersebut merupakan hasil kerja terukur dan sinergi lintas sektor di Jawa Timur. Pemerintah provinsi akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....