DLH Surabaya Ajak RT-RW Bangun Ekosistem Bank Sampah

  • 13 Mei 2026 18:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Kenaikan harga sampah plastik di pasaran dimanfaatkan Pemerintah Kota Surabaya untuk mendorong masyarakat lebih aktif memilah sampah dari rumah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), warga diajak membangun ekosistem bank sampah berbasis lingkungan RT dan RW.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Surabaya, M Fikser, mengatakan tingginya harga plastik membuat sampah non-organik kini banyak diburu pemulung dan pengepul.

“Memang harga lagi naik di pasaran, sehingga hasil pemilahan sampah di TPS itu diburu pemulung, khususnya sampah plastik,” kata Fikser, Rabu, 13 Mae 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat di sejumlah TPS 3R di Surabaya. Sampah plastik dipisahkan lebih awal karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan sudah banyak dipesan pengepul.

Karena itu, DLH memperketat pengawasan di area TPS agar tidak lagi menjadi lokasi pemilahan liar. Pemilahan sampah diharapkan dilakukan sebelum sampah masuk ke TPS sehingga tempat pembuangan tetap bersih dan hanya menampung residu.

“Nah, kami berharap ini juga bisa dijadikan momentum potensi pendapatan di kampung-kampung kalau dilakukan pemilahan sampah mulai dari rumah,” ujarnya.

Saat ini, DLH Surabaya memiliki enam bank sampah induk yang siap menampung sampah bernilai ekonomis dari masyarakat. DLH juga membuka layanan pengambilan sampah hasil pemilahan warga melalui koordinasi bersama RT dan RW.

“Jadi tinggal diatur saja, disepakati warga setiap hari apa, nanti dikumpulkan di Balai RW atau Balai RT, lalu kami datang, kami beli,” jelasnya.

Fikser berharap pengelolaan sampah berbasis lingkungan dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru sekaligus menjaga kebersihan kota melalui pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....