Khofifah Perkuat Teaching Factory Dorong Lulusan Siap Industri

  • 12 Mei 2026 10:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat program Teaching Factory di SMK negeri dan swasta. Tujuannya adalah untuk mencetak lulusan siap kerja dan mampu bersaing di dunia industri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa 12 Mei 2026 mengatakan penguatan Teaching Factory untuk membangun budaya kerja industri sekolah sejak dini. Terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jatim yang diwajibkan memiliki Teaching Factory.

Menurut Khofifah, keberadaan Teaching Factory penting agar siswa terbiasa dengan standar mutu, disiplin, dan ritme kerja industri sebelum memasuki dunia kerja. “Upaya sekolah tidak hanya mengoptimalkan siswa saat praktik kerja industri, tetapi juga membiasakan suasana DUDI setiap waktu,” ujar Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperbanyak program sertifikasi kompetensi dan pelatihan ulang atau retooling bagi lulusan yang masih menunggu panggilan kerja dari perusahaan. “Sembari menunggu panggilan industri, kompetensi mereka terus diasah dan ditingkatkan agar sesuai kebutuhan industri,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pihaknya juga mendorong siswa mengikuti program magang kerja luar negeri untuk memperluas peluang kerja lulusan SMK. Sebanyak 3.186 siswa kelas 12 dan 13 diusulkan mengikuti program magang luar negeri dan 1.734 lulusan siap diberangkatkan sebagai pekerja migran profesional.

“Program-program tersebut merupakan upaya meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Aries.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....