Serapan Lulusan SMK Jatim Tembus 91 Persen Tahun 2026

  • 12 Mei 2026 09:59 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat keterserapan lulusan SMK melalui program BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha) mencapai 91,46 persen pada 2026. Data tersebut berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap lulusan SMK di Jawa Timur.

Dari total 221.174 lulusan SMK di Jawa Timur, sebanyak 195.429 lulusan telah menjalankan program BMW. Rinciannya, 55,83 persen bekerja, 20,79 persen berwirausaha, dan 14,84 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, sebanyak 7,05 persen lulusan menjalani aktivitas lain seperti pelatihan, kursus, mengurus rumah tangga, maupun persiapan studi lanjutan. Angka pengangguran lulusan SMK tercatat sebesar 1,49 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa 12 Mei 2026 menyebut capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur. Serta penguatan link and match antara sekolah dengan DUDI.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa keterserapan lulusan SMK Jawa Timur terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa penguatan link and match antara sekolah dengan Dunia Usaha Dunia Industri berjalan semakin efektif,” ujar Khofifah.

Selain tingkat serapan yang tinggi, keselarasan pekerjaan lulusan dengan bidang keahlian mencapai 69,43 persen. Rata-rata masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan juga hanya 3,38 bulan setelah dinyatakan lulus.

Khofifah mengatakan perkembangan kebutuhan industri mendorong sektor pendidikan vokasi untuk terus adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja.

“Kebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan berbagai program terus diperkuat agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Penguatan dilakukan melalui optimalisasi Teaching Factory, uji sertifikasi kompetensi, pemanfaatan Bursa Kerja Khusus, hingga penguatan kerja sama sekolah dengan DUDI,” ujar Aries.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....