Lia Istifhama Dorong Generasi Siap Kerja
- 11 Mei 2026 18:40 WIB
- Surabaya
RRI CO.ID, Surabaya - Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama mendorong kesiapan generasi kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri di era digitalisasi saat ini.
Hal itu disampaikan Lia Istifhama dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya berkaitan dengan tingginya persaingan kerja, tetapi juga bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dunia usaha dan dunia industri yang dinilai berhasil menekan angka pengangguran melalui berbagai program ketenagakerjaan dan pelatihan kerja.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dunia usaha dan dunia industri sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran. Ini tentu perlu diapresiasi dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Lia mengatakan, tantangan ketenagakerjaan ke depan semakin besar seiring hadirnya bonus demografi dan perkembangan teknologi digital yang mengubah pola kerja masyarakat.
Menurutnya, generasi muda saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan peluang kerja baru di era digital seperti industri kreatif dan konten digital. Selain itu, sektor pertanian dan pekerjaan konvensional lainnya juga perlu didorong agar lebih modern dan berbasis teknologi.
“Generasi sekarang harus melek teknologi. Dunia kerja sudah berubah dan peluang kerja juga berkembang mengikuti zaman. Karena itu perlu ada kesiapan skill, knowledge, dan kemampuan adaptasi,” katanya.
Ia menilai penyelarasan antara lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri atau link and match menjadi langkah penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai.
Menurut Lia, perhatian pemerintah juga tidak hanya ditujukan kepada lulusan baru atau fresh graduate, tetapi juga masyarakat usia produktif di atas 30 tahun yang masih membutuhkan pekerjaan dan pelatihan keterampilan.
“Bukan hanya anak muda atau fresh graduate, tetapi usia produktif di atas 30 tahun juga membutuhkan kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan agar tetap bisa bersaing,” ucapnya.
Lia menambahkan, capaian penurunan angka pengangguran di Jawa Timur tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri. Ia meminta adanya progres berkelanjutan dalam penyediaan pelatihan kerja dan penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan industri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat 3,55 persen atau menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun, lulusan perguruan tinggi masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi sehingga penguatan keterampilan digital dan kesiapan generasi kerja dinilai menjadi tantangan penting menghadapi bonus demografi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....