Kehilangan Semangat Tidak Selalu Berarti Seseorang Malas

  • 09 Mei 2026 18:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Banyak orang pernah mengalami kondisi kehilangan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal-hal yang biasanya terasa ringan mendadak menjadi berat, bahkan untuk memulai pekerjaan sederhana sekalipun terasa sulit. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai rasa malas, padahal ada faktor psikologis dan emosional yang memengaruhi seseorang kehilangan energi dan motivasi.

Dilansir dari Cosmopolitan Indonesia, kehilangan semangat tidak selalu berkaitan dengan kemalasan. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut justru dipicu oleh kelelahan mental akibat tekanan pikiran, emosi, serta tuntutan kehidupan sehari-hari yang terus menumpuk tanpa disadari.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Psychology tahun 2018 menyebutkan bahwa kelelahan mental dapat menurunkan motivasi seseorang dan membuatnya sulit memulai suatu tugas. Meski tidak melakukan aktivitas fisik berat, otak tetap bekerja memproses berbagai informasi dan tekanan sehingga tubuh terasa lelah dan kehilangan energi.

Selain itu, rasa kehilangan tujuan hidup juga menjadi salah satu penyebab menurunnya semangat. Studi dalam Journal of Positive Psychology tahun 2020 menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan sense of purpose atau rasa memiliki makna dalam aktivitas yang dijalani. Ketika rutinitas terasa kosong dan monoton, motivasi emosional cenderung ikut menurun.

Tekanan akibat ekspektasi tinggi serta kebiasaan mengkritik diri sendiri secara berlebihan juga dapat memperburuk kondisi mental. Penelitian dalam jurnal Self and Identity tahun 2017 menjelaskan bahwa self-criticism berlebihan mampu meningkatkan kelelahan emosional dan menurunkan semangat seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Faktor lingkungan turut memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Lingkungan yang penuh tekanan, kurang dukungan, dan monoton dapat membuat suasana hati menurun. Karena itu, kehilangan semangat sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kemalasan, melainkan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian, istirahat, serta pemulihan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....