Revitalisasi Pasar Tradisional Dikebut, Bupati Ajak Semua Pihak Bersinergi

  • 09 Mei 2026 07:27 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong percepatan revitalisasi pasar tradisional guna meningkatkan daya saing di tengah maraknya pasar modern. Upaya ini dibahas langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi bersama para pengelola pasar dalam audiensi di Pendopo Delta Wibawa.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan mencuat, mulai dari pengelolaan retribusi hingga banyaknya kios yang tidak lagi beroperasi. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu indikator menurunnya aktivitas pasar tradisional dalam beberapa tahun terakhir.

Subandi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola pasar untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi pasar, termasuk potensi peningkatan retribusi.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” ujar Subandi dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu 9 Mei 2026.

‎Selain itu, Pemkab Sidoarjo berencana menerapkan sistem retribusi non-tunai yang akan didukung oleh Dinas

‎Komunikasi dan Informatika. Pemerintah juga menyiapkan dashboard pendataan pasar untuk memantau jumlah kios serta aktivitas pedagang secara terintegrasi.

‎Menurut Subandi, inovasi menjadi kunci dalam menghidupkan kembali pasar tradisional. Ia bahkan mendorong penyediaan fasilitas penunjang seperti WiFi gratis guna mendukung transaksi digital.

‎“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman,” katanya.

‎Di sisi lain, para pengelola pasar menyampaikan berbagai kendala di lapangan, seperti kerusakan fasilitas, paving yang mulai rusak, hingga saluran air yang tidak berfungsi optimal. Bahkan di beberapa pasar, tingkat okupansi kios masih rendah akibat persaingan dengan toko modern dan penjualan daring.

‎Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar untuk perbaikan sejumlah pasar, termasuk Pasar Taman, Sukodono, dan Wonoayu. Perbaikan meliputi pembangunan los, paving, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

‎Sejumlah langkah juga dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar, salah satunya melalui kegiatan “Gebyar Pasar Wonoayu” yang akan digelar pertengahan Mei.

‎Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Subandi memastikan pemerintah akan segera melakukan kajian dan peninjauan langsung ke lapangan. Ia menegaskan komitmen untuk membenahi sarana dan prasarana pasar tradisional agar kembali menjadi pusat ekonomi masyarakat.

‎“Semua akan kita petakan dan tindak lanjuti. Pasar tradisional harus tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....