Polda Jatim dan BNNP Optimalkan Omah Rembuk
- 07 Mei 2026 22:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan hasil sinergi kolektif dari akar rumput. Hal ini menjadi sorotan utama dalam dialog interaktif Siskamling PRO 4 RRI Surabaya 96.8 FM, yang membahas urgensi "Optimalisasi Peran Omah Rembuk dalam Harkamtibmas & Pencegahan Penyaluran Narkoba".
Hadir sebagai narasumber, AKBP Saswito, S.E., M.M. (Kabagbinopsnal Ditbinmas Polda Jatim), Briptu I Gusti Bagus Rama Asna (Bamin Subdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Jatim), dan Suyud Puguh Sunoto, S.Psi., M.Si. (Penelaah Teknis Kebijakan BNNP Jatim).
AKBP Saswito menjelaskan bahwa Omah Rembuk merupakan wadah musyawarah yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar). Fungsi utamanya adalah menyelesaikan permasalahan sosial maupun tindak pidana ringan melalui jalur Restorative Justice.
"Kita ingin masalah yang sifatnya tipiring atau konflik antarwarga tidak selalu berakhir di meja hijau. Di Omah Rembuk, kita kedepankan kearifan lokal untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak," ujar AKBP Saswito.
Senada dengan hal tersebut, Briptu I Gusti Bagus Rama Asna menekankan bahwa peran Bhabinkamtibmas adalah menjadi motor penggerak di Omah Rembuk. Petugas di lapangan harus proaktif mendeteksi potensi konflik sebelum membesar, sekaligus menjadikan tempat tersebut sebagai pusat edukasi hukum bagi warga.
Selain masalah keamanan umum, fokus dialog kali ini tertuju pada darurat narkoba. Suyud Puguh Sunoto dari BNNP Jatim memaparkan bahwa Omah Rembuk memiliki peran strategis dalam deteksi dini penyalahgunaan narkotika di tingkat desa/kelurahan.
"Narkoba adalah ancaman nyata yang masuk hingga ke pelosok. Omah Rembuk bisa menjadi pintu pertama bagi keluarga yang ingin berkonsultasi atau melaporkan adanya penyalahgunaan tanpa rasa takut, untuk kemudian diarahkan pada proses rehabilitasi," jelas Suyud.
Ia menambahkan bahwa BNNP terus mendorong program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), di mana Omah Rembuk menjadi posko informasi mengenai bahaya laten narkoba bagi generasi muda.
Di akhir sesi, para narasumber mengajak seluruh lapisan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk menghidupkan kembali budaya rembuk atau musyawarah. Keamanan yang optimal hanya bisa terwujud jika warga peduli terhadap lingkungannya sendiri.
Melalui frekuensi 96.8 FM, pesan ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan Omah Rembuk sebagai benteng pertahanan pertama dalam menjaga kondusivitas wilayah dan memerangi peredaran narkoba di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....