BNN Perketat Pengawasan Jalur Perairan
- 06 Mei 2026 12:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur meningkatkan pengawasan di wilayah perairan menyusul pengungkapan sekitar 27 kilogram narkotika jenis kokain di Kabupaten Sumenep, Madura.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Jatim, Kombes Pol. Muhammad, mengatakan temuan ini menjadi perhatian serius karena kokain merupakan jenis narkotika yang relatif baru beredar di Jawa Timur, selain ganja, sabu, dan ekstasi. “Ini menjadi warning bagi kita semua, karena kokain bukan jenis yang umum di Jawa Timur. Artinya ada pola distribusi baru yang harus diantisipasi,” ujarnya dalam dialog Aspirasi di RRI Surabaya, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut Muhammad, terdapat dua kemungkinan terkait tujuan peredaran kokain tersebut. Pertama, untuk pasar tertentu di dalam wilayah Jawa Timur. Kedua, diduga sebagai jalur transit menuju Bali, mengingat pengguna kokain umumnya berasal dari warga negara asing (WNA) dan kalangan tertentu.
“Bisa jadi ini bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi sebagai jalur distribusi ke Bali. Karena kita tahu, pengguna kokain ini segmentasinya khusus,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BNN Jatim memperkuat pengawasan baik di jalur darat maupun perairan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Bea Cukai, Kepolisian Daerah, TNI Angkatan Laut, serta masyarakat pesisir.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pengawasan ini kami lakukan secara terpadu dengan Bea Cukai, Polda, TNI AL, dan masyarakat yang selama ini sudah terkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan penyelundupan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Madura dan jalur laut yang berbatasan langsung dengan wilayah internasional.
Berdasarkan data nasional, Jawa Timur masuk dalam 10 provinsi prioritas pengawasan peredaran narkotika. Kondisi geografis yang luas serta banyaknya pintu masuk melalui jalur laut menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, Muhammad mengakui adanya keterbatasan sumber daya kelembagaan. Saat ini, BNN baru memiliki 18 kantor di tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kami berharap peran serta masyarakat sangat penting. Informasi sekecil apa pun bisa membantu pengungkapan kasus. Kami juga mendorong pembentukan satgas anti narkoba di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Selain upaya penindakan, Badan Narkotika Nasional juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Program Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), Kampung Bersinar, hingga Ananda Bersinar yang menyasar pelajar dan generasi muda terus digencarkan di berbagai wilayah.
“Kami tidak hanya fokus pada pemberantasan, tapi juga pencegahan. Edukasi melalui program Kampung Bersinar, Ananda Bersinar, dan kegiatan sosialisasi lainnya kami lakukan agar masyarakat memiliki ketahanan terhadap bahaya narkoba,” tambah Muhammad.
BNN menegaskan akan terus mengoptimalkan tiga fungsi utama, yakni pemberantasan, pencegahan, dan rehabilitasi, dalam upaya menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Timur.
Sementara itu, berdasarkan keterangan aparat kepolisian, pengungkapan kokain di Sumenep merupakan hasil temuan di wilayah pesisir yang diduga menjadi bagian dari jalur peredaran narkotika internasional melalui laut. Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat lintas negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....