MUI Jatim: Sekolah Rakyat Instrumen Keadilan Sosial

  • 06 Mei 2026 11:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menilai Program Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen keadilan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Sekretaris Komisi Pendidikan MUI Jatim, Mufarrihul Hasin saat diwawancarai RRI Surabaya, Selasa, 5 Mei 2026 mengatakan dari perspektif sosial dan keagamaan, program ini sudah berada pada arah yang tepat dalam upaya pemerataan pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini bukan hanya program pendidikan semata, tetapi juga instrumen keadilan sosial. Memberikan akses pendidikan kepada yang membutuhkan merupakan bagian dari nilai keadilan dalam ajaran agama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak mulai dijalankan pada pertengahan 2025, program tersebut menunjukkan perkembangan dan mendekati satu tahun pelaksanaan pada 2026. Karena itu, keberlanjutan program dinilai menjadi hal penting yang harus dijaga bersama.

Menurut Hasin, dukungan terhadap Sekolah Rakyat tidak cukup hanya datang dari pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat serta lembaga keagamaan.

“Perlu keterlibatan masyarakat dan lembaga keagamaan agar program ini benar-benar berkelanjutan dan memberikan dampak luas,” katanya.

Dari sudut pandang keagamaan, ia menilai program ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya keadilan sosial dan pemerataan akses ilmu pengetahuan. Hal ini antara lain tercermin dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menegaskan Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, serta Surah Al-‘Alaq ayat 1-5 yang menekankan pentingnya membaca dan belajar.

Selain itu, nilai keadilan sosial juga sejalan dengan ajaran dalam Surah An-Nahl ayat 90 yang menegaskan pentingnya berlaku adil dalam kehidupan bermasyarakat.

Hasin menambahkan, penguatan pendidikan karakter menjadi hal penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Tidak hanya aspek akademik, peserta didik juga perlu dibekali nilai moral dan keagamaan.

“Anak-anak tidak hanya dididik secara akademis, tetapi juga ditanamkan nilai moral dan karakter, sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia yang menyasar anak putus sekolah dan keluarga miskin melalui pendekatan pendidikan inklusif.

MUI Jatim mendorong penguatan pendidikan berbasis nilai keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi kunci agar program ini dapat berjalan berkelanjutan sekaligus mewujudkan pemerataan pendidikan dan keadilan sosial di masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....