Wabup Sidoarjo Dorong Edukasi Anak tanpa Gadget

  • 05 Mei 2026 20:44 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong penguatan pendidikan karakter anak melalui aktivitas kreatif tanpa ketergantungan gawai. Salah satunya ditunjukkan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat mengunjungi Kampung Lali Gadget di Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu.

Kunjungan ke wahana Outdoor Learning (ODL) tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar dan bermain secara sehat. Dalam kesempatan itu, Mimik mengapresiasi inisiatif masyarakat yang dinilai mampu menjadi solusi atas meningkatnya penggunaan gadget pada anak.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak muda yang menghadirkan Kampung Lali Gadget ini. Tempat ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi tanpa bergantung pada gadget,” ujar Mimik, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menambahkan, keberadaan Kampung Lali Gadget merupakan contoh nyata peran aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan program serupa di wilayah lain di Sidoarjo.

“Kami berharap konsep seperti ini bisa direplikasi di kecamatan dan desa lain. Dengan begitu, semakin banyak anak mendapatkan manfaat positif, baik dari sisi pendidikan maupun interaksi sosial,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menilai program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini yang menitikberatkan pada penguatan karakter dan kreativitas anak.

“Outdoor Learning seperti di Kampung Lali Gadget sangat relevan untuk membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak. Ini bisa menjadi model pembelajaran kontekstual, khususnya untuk jenjang PAUD hingga sekolah dasar,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, mengatakan tempat tersebut hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap penggunaan gadget berlebihan di kalangan anak-anak.

“Kami ingin mengembalikan dunia anak ke dunia bermain yang sesungguhnya. Di sini anak-anak belajar melalui permainan tradisional seperti dakon, egrang, gobak sodor, hingga bakiak panjang yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ucapnya.

Antusiasme juga dirasakan para pengunjung. Salah satunya Anindiya (5), siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru, yang mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya.

‎“Senang sekali, tadi main bakiak panjang sama teman-teman,” katanya.

Melalui pengembangan wahana berbasis permainan tradisional tersebut, pemerintah berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun karakter, kesehatan fisik, dan keterampilan sosial di tengah arus digitalisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....