Kolaborasi BNPB dan Sidoarjo Tangani Banjir Tahunan

  • 05 Mei 2026 19:30 WIB
  •  Surabaya

‎‎RRI.CO.ID,Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Tanggulangin dan Candi.

Bupati Sidoarjo‎Subandi menjelaskan, kondisi geografis Sidoarjo sebagai kawasan delta membuat wilayahnya rentan tergenang air. Menurut dia, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh pemerintah daerah saja.

‎“Karena di Desa Kedungbanteng ini agenda banjir tahunan, maka solusi harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menambahkan, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan, mulai dari normalisasi sungai untuk mengurangi sedimentasi hingga pengoptimalan rumah pompa di sejumlah titik rawan. Namun, keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi membuat langkah tersebut belum maksimal.

‎“Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar persoalan banjir ini bisa segera tertangani,” kata Subandi.

Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan pihaknya diminta memaparkan secara rinci kondisi teknis di lapangan kepada BNPB. Pemaparan itu meliputi kapasitas saluran air, kondisi pompa, hingga wilayah yang menjadi langganan banjir.

‎“Kami diminta menyampaikan secara detail persoalan yang ada, mulai dari kapasitas saluran yang tidak mencukupi, kondisi pompa yang perlu ditingkatkan, hingga wilayah-wilayah langganan banjir,” ujarnya.

Menurut Sabino, hasil pemaparan tersebut menjadi dasar bagi BNPB dalam merumuskan langkah dukungan yang akan diberikan kepada Pemkab Sidoarjo. Ia berharap tindak lanjut dari audiensi dapat segera direalisasikan agar penanganan banjir lebih terarah dan efektif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Mochammad Mahmud menuturkan strategi penanganan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali air.

‎“Langkah teknis yang disiapkan meliputi normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta perbaikan saluran agar aliran air lebih lancar,” katanya.

Pemkab Sidoarjo juga mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp209,5 miliar kepada BNPB. Anggaran itu akan digunakan untuk berbagai program prioritas, di antaranya normalisasi, perbaikan dan penambahan pompa di sejumlah titik, peningkatan puluhan unit pompa, hingga pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....