Stok Melimpah, Legislator Nilai Beras Bulog Berkualitas

  • 04 Mei 2026 11:27 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Kunjungan kerja Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, ke kompleks pergudangan Bulog Banjar Kemantren, Surabaya, mengungkap kualitas beras cadangan pemerintah yang dinilai semakin baik. Dalam peninjauan langsung ke lima gudang penyimpanan, ia memastikan kondisi beras medium tetap terjaga meski sebagian merupakan stok lama sejak 2025.

‎“Secara kualitas ini bagus. Walaupun beras medium, broken-nya masih sesuai standar, warnanya juga masih sesuai. Ini menunjukkan pengelolaan Bulog semakin baik,” ujar Bambang saat meninjau gudang, Senin 4 Mei 2026.

‎Selain kualitas, Bambang juga menyoroti lonjakan signifikan stok beras di Jawa Timur yang kini mencapai 1,3 hingga 1,5 juta ton. Angka tersebut meningkat drastis dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 500 ribu ton. Ia menyebut kondisi ini sebagai capaian penting menuju swasembada pangan nasional tanpa ketergantungan impor.

‎“Ini luar biasa. Stok tertinggi dan semuanya produk dalam negeri, tidak ada impor. Ini menunjukkan kita menuju swasembada pangan yang kuat,” katanya.

‎Meski demikian, Bambang mengingatkan pentingnya manajemen distribusi, terutama terkait masa simpan beras. Ia meminta Bulog aktif memberikan informasi kepada pemerintah pusat dan daerah agar stok yang mendekati batas konsumsi dapat segera disalurkan ke masyarakat.

‎Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Timur, Sugeng Hardono, menyambut baik apresiasi tersebut. Ia menyebut kunjungan DPR RI menjadi motivasi bagi Bulog untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam menjaga kualitas dan penyerapan gabah petani.

‎“Kami merasa terhormat atas kunjungan ini. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus membantu masyarakat melalui penyerapan gabah dan beras, sekaligus mendukung program swasembada pangan pemerintah,” ujar Sugeng.

‎Sugeng menjelaskan, khusus di kompleks pergudangan Banjar Kemantren, kapasitas penyimpanan mencapai 200 ribu ton dengan stok saat ini sekitar 132 ribu ton. Secara keseluruhan di Jawa Timur, kapasitas gudang mencapai 1,1 juta ton, bahkan kini mengalami kelebihan pasokan sehingga Bulog harus menyewa gudang tambahan.

‎Selain itu, tingginya serapan gabah juga berdampak positif pada kesejahteraan petani. Harga pembelian gabah oleh Bulog berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sementara pihak swasta bisa mencapai Rp7.500. Kondisi ini memicu persaingan sehat yang menguntungkan petani dan meningkatkan produksi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....