Respons Time Damkar Surabaya 6,5 Menit, Lampaui Standar Internasional

  • 03 Mei 2026 06:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Damkar Kota Surabaya diakui sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Mulai dari profesionalisme, sumber daya manusia (SDM), peralatan berteknologi tinggi, hingga mobil rescue yang kuat.

Salah satu yang membuat Damkar Surabaya diakui internasional, adalah response time dari 7 menit menjadi 6,5 menit. Peningkatan kinerja ini, melampaui standar nasional dengan lama waktu hingga 15 menit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini Sevriani, Sabtu 2 Mei 2026 menjelaskan, respons time diterapkan sejak 2025. "Alhamdulillah tidak ada kendala," katanya.

Padatnya penduduk, maupun sempitnya jalur bilamana terjadi kebakaran, bukan kendala berarti bagi Damkar Surabaya. Mereka memiliki dua tim khusus, disebut Walang Kadung dan Walang Kekek, yang membawa tangki air dengan roda dua.

"Untuk jalan-jalan yang kecil kita ada pengadaan kendaraan seperti Walang Kadung dan Walang Kekek, untuk mendukung respon time kita 6,5 menit sehingga api segera apa turun sehingga tidak ada kejadian yang besar," ujarnya.

Profesionalisme dan canggihnya peralatan yang dimiliki Damkar Surabaya mendapat respon positif dari DPR RI. Anggota Komisi VII Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi respons time yang melampaui internasional ini.

"Yang paling hebat, yang luar biasa yang saya apresiasi adalah Surabaya mengejar internasional. Di mana internasional itu respons time-nya tidak boleh lebih dari 6 menit," ujarnya.

Sebagai salah satu mitra kerja Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Haryo juga menyoroti standar, fungsi dan kelengkapan alat keselamatan Damkar. Walang Kekek dan Walang Kadung sempat menjadi perhatiannya.

"Tim Walang Kadung sama Walang Kekek yang demikian hebat, untuk masuk ke gang gang dan sebagainya. Saya juga melihat semua infrastruktur yang ada di sini dalam keadaan siap pakai, tidak ada satu pun yang rusak," katanya.

Pemkot Surabaya juga memberikan gaji yang layak bagi pemadam yang bekerja dan berjibaku untuk menyelamatkan nyawa ini. Menurut Bambang Haryo, masih ada daerah yang tidak memberikan upah layak bagi pemadam.

"Digaji sesuai dengan UMR. Penyelamat nyawa publik enggak ada namanya hitung-hitungan. Jadi nyawa ini harganya tak terhingga. Jadi harus dipenuhi (gaji yang layak, red)," ucapnya tegas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....