Hardiknas 2026: Pemerintah Perkuat Pembelajaran Mendalam

  • 02 Mei 2026 08:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen memperkuat kualitas pendidikan nasional dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026. Fokus utama diarahkan pada penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta lima kebijakan strategis untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.

Dalam pidatonya pada upacara bendera Hardiknas, Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang berlandaskan nilai asah, asih, dan asuh sebagaimana diajarkan Ki Hajar Dewantara. Pendidikan juga disebut sebagai kunci membangun sumber daya manusia unggul, sejalan dengan amanat Undang-undang Dasar 1945, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, serta visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Sebagai langkah konkret, pemerintah menerapkan Pembelajaran Mendalam untuk meningkatkan kualitas proses belajar di kelas. Program ini didukung lima kebijakan strategis yang mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter, peningkatan capaian pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan." ujarnya.

Pada aspek infrastruktur, pemerintah mencatat telah melakukan revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025. Selain itu, digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital telah menjangkau lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

"Upaya ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung keberhasilan siswa." katanya.

Di sektor tenaga pendidik, pemerintah mendorong peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Program beasiswa sebesar Rp3 juta per semester diberikan kepada guru yang belum memiliki kualifikasi Diploma IV atau Strata 1 melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

Pada 2025, program ini menyasar 12.500 guru dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026. Selain itu, guru juga mendapatkan pelatihan di berbagai bidang, termasuk pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah.

"Pemerintah juga meningkatkan tunjangan sertifikasi dan memberikan insentif bagi guru honorer." Ujarnya.

Penguatan karakter menjadi fokus berikutnya melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI). Berbagai program dijalankan, seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, Pagi Ceria, kegiatan Pramuka, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Pemerintah juga meluncurkan lagu-lagu anak untuk menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati.

Dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pemerintah menguatkan gerakan literasi dan numerasi, pengembangan STEM, serta penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tes ini tidak hanya digunakan untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi juga menjadi dasar evaluasi mutu pendidikan dan salah satu indikator untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Selain itu, kegiatan olahraga dan seni terus didorong guna mengembangkan bakat dan karakter siswa. Sementara itu, akses pendidikan diperluas melalui berbagai skema fleksibel, seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, serta komunitas belajar.

Layanan pendidikan inklusif juga diperkuat untuk anak berkebutuhan khusus melalui pengembangan sekolah inklusi dan sekolah luar biasa berbasis masyarakat.

Menteri juga menekankan bahwa dalam 18 bulan terakhir, pemerintah telah meletakkan fondasi “pendidikan bermutu untuk semua” melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. "Kolaborasi dengan dunia usaha dan mitra nasional maupun internasional dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pendidikan." lanjutnya.

Menutup pidatonya, Menteri menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada tiga aspek utama, yakni pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.

Peringatan Hardiknas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.

Pada kesempatan itu Wali Kota Surabaya menyerahkan penghargaan kepada para pelajar berprestasi Kota Surabaya dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Adapun para penerima penghargaan antara lain:

Princess Zelda (SMPN 29 Surabaya), peraih The Silver Award pada International Creativity and Innovation 2026. Sang Grama Rasio (SDN Kaliasin I) dan Fathan Albi (SDN Banyu Urip III) juga meraih The Silver Award pada ajang yang sama.

Dava Ahmad Al-Ghifari (SDIT Al-Uswah) meraih Juara I M.Teki. Anggrayni Puspita (SDN Asemrowo) meraih Juara I, Amira Azgiah (SDN Mojo III) meraih Juara I Pidato PAI dan Kaligrafi, serta Alfian Rizky (SDN Ketabang I) meraih Juara I Musik Patrol. Abi Ugani (SD Nurul Faiza) meraih Juara I Banjari Kontemporer.

Di jenjang SMP, Muhammad Afandi (SMP Al-Hikmah) dan Nuri Sabrina (SMP Unggulan Amanatul Ummah) meraih Juara I M.Teki Pentas PAI. Muhammad Alif (SMP Wachid Hasyim I) meraih Juara I Pidato PAI, Kenzi Hamizan (SMPN 1) meraih Juara I Kaligrafi, serta Hafiwet Yana dan Naura Aziza (SMP IT Al-Uswah) meraih Juara I Cerdas Cermat. Askar Rana Abiyah meraih Juara I Banjari, dan Kinana Rafa meraih Juara I Samroh.

Sementara itu, di bidang seni dan kreativitas, Alessandra Justicia (SDN Medokan Ayu I) meraih Juara I Paduan Suara, Alexa Estela (SMP Kristen Gloria 1) meraih Juara I Paduan Suara Gereja, dan Alicia Intan (SDN Kandangan III) meraih Juara I Lomba Kreativitas Seni.

Gabriel Elfano (SD Kristen Petra 7) meraih Juara I Seni Angklung, Aselin Angela Rijaya (SDN Ketintang) meraih Juara I Drama Musikal, dan Agustinus Richard Hadi Cahyono (SD Santo Yosef Surabaya) meraih Juara I Paduan Suara.

Ahmad Kizir Algivari dan Alviandra Rayan (SDN Kaliasin I) masing-masing meraih Juara I Seni Ludruk dan Samroh. Adiba Jamilia (SDN Dupak I) meraih Juara I Seni Gerak dan Lagu, serta Aruna Sachi (SDN Rangkah I) meraih Juara I LBB Kreasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....