Khutbah Jumat Aktualisasi Haji Mabrur

  • 01 Mei 2026 17:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual tahunan, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas keimanan dan perubahan perilaku umat Islam setelah kembali ke tanah air. Dalam konteks ini, khutbah Jumat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya mengangkat pentingnya aktualisasi nilai-nilai haji mabrur dalam kehidupan sehari-hari, di tengah berbagai tekanan kehidupan modern.

Khutbah Jumat yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 tersebut menghadirkan Khotib Dr. KH. Syukron Jazilan Badri, M.Ag, dengan tema “Aktualisasi Haji Mabrur”. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui 96,8 FM Pro 4 RRI Surabaya, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas.

Dalam pembukaannya, khotib mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam kondisi apapun. “Dimanapun kita, mari terus meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah agar kehidupan kita ditolong oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa manusia tidak memiliki daya dan kekuatan tanpa pertolongan Allah. “Laa haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim, tidak ada kekuatan kecuali hanya milik Allah,” tegasnya di hadapan jamaah.

Khotib juga menyinggung perkembangan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 di Jawa Timur yang telah memasuki kloter 37. Ia menyebutkan bahwa keberangkatan akan berlangsung hingga kloter terakhir pada 20 Mei mendatang. “Semua jamaah haji berharap hajinya mabrur, tidak hanya mabrur tetapi juga barokah,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan haji mabrur. “Laisa lahu jaza’ illal jannah, haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga,” ungkapnya, menekankan nilai tinggi ibadah tersebut.

Namun, menurutnya, meraih haji mabrur bukan perkara mudah karena membutuhkan kesiapan ilmu, biaya, tenaga, serta keikhlasan. “Meraih haji mabrur itu butuh ilmu, biaya, tenaga, serta niat dan keikhlasan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana menjaga kemabruran tersebut setelah kembali dari Tanah Suci. “Tidak hanya mabrur dalam ucapan, tapi bagaimana kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Khotib mengajak jamaah untuk menunjukkan perubahan nyata setelah berhaji, terutama dalam peningkatan kualitas ibadah. “Kalau sebelumnya jarang salat berjamaah, setelah haji harus lebih tekun ibadahnya,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari aktualisasi haji mabrur. “Mari kita tingkatkan infaq, shodaqoh, dan kepedulian kepada yatim, dhuafa, dan orang-orang lemah di sekitar kita,” pesannya.

Dalam menghadapi tekanan kehidupan dunia, khotib mengingatkan pentingnya melibatkan Allah dalam setiap urusan. Ia menekankan nilai sabar, syukur, ikhlas, qana’ah, dan tawakal sebagai kunci ketenangan. “Kalau kita nurut keinginan akal, tidak akan ada habisnya, bisa stres kita,” ujarnya.

Menutup khutbah, Dr. KH. Syukron Jazilan Badri, M.Ag mengajak jamaah untuk istiqomah dalam kebaikan dan tidak sekadar mengejar gelar haji. Ia juga mendoakan seluruh jamaah haji tahun 2026 agar diberikan kelancaran dan keberkahan. “InsyaAllah haji kita tidak hanya mabrur, tapi juga barokah sepanjang hayat,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....