Aksi Buruh Awal Mula May Day
- 01 Mei 2026 09:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei yang identik dengan aksi unjuk rasa ternyata berawal dari perjuangan panjang pekerja di dunia dalam menuntut hak kerja yang layak.
Hari Buruh atau May Day bermula dari aksi buruh di Chicago, Amerika Serikat pada 1886 yang menuntut pembatasan jam kerja menjadi delapan jam per hari.
Aksi tersebut kemudian dikenal sebagai peristiwa Haymarket Affair dan menjadi simbol perjuangan buruh secara global.
International Labour Organization menyebut perjuangan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perlindungan tenaga kerja.
“Pembatasan jam kerja menjadi delapan jam merupakan salah satu capaian penting dalam upaya menciptakan kondisi kerja yang layak,” demikian keterangan International Labour Organization.
Di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan Hari Buruh menjadi momentum untuk mengenang perjuangan pekerja sekaligus menyuarakan aspirasi kesejahteraan.
“Hari Buruh merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan pekerja dalam memperoleh hak-haknya, termasuk jam kerja dan kondisi kerja yang layak,” demikian keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah angkatan kerja di Indonesia terus meningkat, sehingga perlindungan tenaga kerja menjadi semakin penting.
“Peningkatan jumlah tenaga kerja perlu diimbangi dengan kualitas dan perlindungan agar mampu bersaing di pasar kerja,” tulis Badan Pusat Statistik dalam publikasinya.
Di Indonesia, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2014. Sejak itu, peringatan Hari Buruh tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi demi kondisi kerja yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....