Sebanyak 6000 Buruh Lakukan Aksi May Day di Depan Kantor Gubernur Jatim
- 01 Mei 2026 08:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Buruh (Mayday), sebanyak 6.000-an buruh se Jawa Timur (Jatim) yang tergabung dalam kelompok Gerakan Serikat Pekerja (Gesper) Jatim menggelar demonstrasi dalam momen peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Surabaya, Jumat 1 Mei 2026.
Ribuan massa aksi tersebut berasal dari berbagai kota/kabupaten, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang sampai Tuban yang diperkirakan akan menuju Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya usai sholat Jumat.
Nuruddin Hidayat Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim saat dihubungi RRI mengatakan, aksi dilakukan sebagai momentum refleksi, konsolidasi, dan persatuan gerakan buruh.
“Aksi ini menjadi momentum untuk menagih komitmen pemerintah agar tidak berhenti pada janji, tetapi diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada buruh,” ujar Nuruddin.
Pada May Day tahun ini, FSPMI Provinsi Jawa Timur turun ke jalan bersama lima Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan 15 Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang tergabung dalam aliansi besar GESPER (Gerakan Serikat Pekerja) Jawa Timur.
Sebelum menuju titik aksi, massa FSPMI akan melaksanakan ibadah Sholat Jum’at di tiga lokasi, yaitu Masjid Al-Akbar Surabaya, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah di Jalan Raya Darmo. Sementara itu massa dari luar FSPMI direncanakan melaksanakan Sholat Jum’at di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur Jawa Timur.
Setelah pelaksanaan Sholat Jum’at, pada pukul 13.00 WIB massa FSPMI bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB, massa akan melakukan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan.
Diperkirakan pada pukul 15.00 WIB seluruh massa telah tiba di lokasi untuk melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan aksi May Day 2026 yang dibagi menjadi dua fokus yakni tuntutan nasional maupun lokal.
Berikut tuntutan buruh di Jawa Timur dalam aksi May Day besok untuk skala nasional maupun lokal:
Tuntutan nasional
- Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB.
- Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM).
- Hentikan ancaman PHK akibat dampak perang global.
- Reformasi sistem perpajakan dengan menghapus pajak atas THR, JHT, dan pensiun serta menaikkan PTKP.
- Berantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.
- Segera ratifikasi Konvensi ILO 190.
- Berikan perlindungan bagi pekerja digital platform.
- Tingkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja.
- Jamin akses layanan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan pemberi kerja.
- Potongan tarif ojol maksimal 10 persen.
Tuntutan regional
Untuk tuntutan lokal, buruh se-Jatim menuntut realisasi komitmen yang telah disepakati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada peringatan May Day tahun lalu.
- Rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintah pusat dan DPR RI terkait revisi dan pembentukan regulasi ketenagakerjaan.
- Evaluasi sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung yang dinilai merugikan pekerja.
- Penyediaan rumah murah dan rumah susun bagi buruh.
- Penyusunan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon.
- Pengawasan ketat terhadap praktik outsourcing.
- Penegakan kebijakan UMK dan UMSK.
- Pembentukan Satgas Pencegahan PHK.
- Kewajiban kepesertaan aktif BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat perizinan usaha.
- Pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS.
- Peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh melalui jalur afirmasi.
- Kajian pembebasan pajak kendaraan roda dua dan PBB untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....