Diplomasi Hijau Indonesia–Jepang, KBS Pinjamkan Komodo untuk Konservasi
- 30 Apr 2026 08:00 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Ketertarikan pihak Jepang untuk meminjam komodo didasari keberhasilan KBS dalam mengembangbiakkan satwa tersebut.
- Director of iZoo Japan Tsuyoshi Shirawa menyatakan pihaknya telah mempersiapkan fasilitas selama 10 tahun untuk memastikan komodo dapat hidup sesuai kondisi habitat aslinya di Indonesia.
- Seluruh hasil pengembangbiakan komodo nantinya tetap menjadi milik Indonesia sesuai kesepakatan dalam MoU
RRI.CO.ID, Surabaya - Perusahaan Umum Daerah Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjalin kerja sama konservasi dengan iZoo Shizuoka, Jepang, melalui skema breeding loan atau peminjaman satwa untuk pembiakan. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan konservasi eks-situ melalui pertukaran pengetahuan dan peminjaman satwa langka.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk “United for Wildlife” berlangsung di KBS, Rabu, 29 April 2026, disaksikan Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan RI Ahmad Munawir serta Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri menjelaskan, kerja sama ini berupa peminjaman komodo selama lima tahun dengan pengawasan bersama. Ia menyebut ketertarikan Jepang didasari keberhasilan KBS dalam mengembangbiakkan komodo.
“Jika dalam masa peminjaman ada kondisi tertentu, satwa bisa ditarik kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini telah melalui proses panjang hingga satu dekade. Selain meningkatkan konservasi, langkah ini diharapkan mendorong animo kunjungan masyarakat di Surabaya maupun Shizuoka. Eri juga mengisyaratkan akan ada satwa mamalia dari Jepang yang dipinjamkan ke KBS sebagai kejutan.
"Saya ingin merahasiakan dulu sampai binatangnya datang. Jadi itu menjadi surprise-nya untuk orang Surabaya karena warnanya merah. Bukan reptil tapi mamalia," kata Wali Kota Eri.
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, menyebut komodo yang dipinjamkan merupakan hasil penangkaran KBS berusia 8–12 tahun. Proses ini telah melalui kajian pemerintah pusat untuk memastikan tidak mengganggu program pembiakan di KBS.
Ia menegaskan, satwa akan dikembalikan setelah masa pinjam berakhir. Kerja sama ini juga mencakup pemantauan dan pelaporan berkala guna menjaga keberlanjutan konservasi serta pengayaan genetik.
Sementara itu, Director of iZoo Japan, Tsuyoshi Shirawa, mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas selama 10 tahun agar sesuai dengan habitat asli komodo. Ia memastikan seluruh keturunan komodo tetap menjadi milik Indonesia sesuai kesepakatan.
"Intinya dari MoU itu kesepakatan cuma peminjaman saja, meskipun nanti di sana itu (komodo) beranak, tetap itu punya Indonesia, tidak akan ke mana-mana tanpa izin Indonesia," katanya.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU antara Kementerian Kehutanan RI dan Pemerintah Prefektur Shizuoka yang diteken pada 28 Maret 2026, sebagai bagian dari diplomasi hijau mencakup konservasi, penelitian, dan edukasi komodo (Varanus komodoensis).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....