Metode Efektif Menghafal Al Quran Secara Terarah dan Konsisten

  • 30 Apr 2026 06:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi yang disiarkan pada Kamis, 30 April 2026 mengangkat topik tahapan dan metode belajar menghafal Al-Qur’an. Dalam dialog tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Benowo, Kementerian Agama Surabaya, Ustazah Yuni Kurnia Ningrum, menjelaskan langkah-langkah sistematis agar proses menghafal Al-Qur’an dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.

Ustazah Yuni menyampaikan bahwa tahapan awal dalam menghafal Al-Qur’an adalah persiapan diri yang matang, baik secara niat maupun teknis. “Meluruskan niat karena Allah, ikhlas, berdoa, serta menanamkan kecintaan dan keyakinan akan mampu menghafal,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa niat yang kuat menjadi fondasi utama dalam proses menghafal. Selain itu, perbaikan bacaan atau tahsin juga menjadi langkah penting sebelum mulai menghafal. Menurutnya, kesalahan dalam tajwid dan makhraj dapat memengaruhi kualitas hafalan.

“Sebelum menghafal, pastikan bacaan sudah benar agar hafalan tidak salah,” ujarnya.

Dalam praktiknya, Ustazah Yuni menyarankan agar setiap individu menetapkan target harian yang terukur. Hal ini bertujuan untuk menjaga konsistensi dalam menghafal. “Buat target terukur, seperti menghafal 3–5 baris atau satu halaman per hari sesuai kemampuan,” katanya. Ia juga menyarankan penggunaan satu mushaf standar agar memudahkan visualisasi hafalan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan metode menghafal yang dapat diterapkan, salah satunya teknik tikrar atau pengulangan. Metode ini dilakukan dengan membaca satu ayat berulang kali hingga benar-benar hafal sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya. Selain itu, mendengarkan murattal juga dapat membantu memperkuat ingatan terhadap ayat yang dihafal.

Ustadzah Yuni juga menekankan pentingnya memahami makna ayat melalui tadabbur. Dengan memahami arti dari ayat yang dihafal, proses mengingat akan menjadi lebih mudah. Ia menyebut bahwa pemahaman konteks ayat dapat membantu memperkuat hafalan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.

Tahapan berikutnya adalah menjaga hafalan atau murojaah. Ia menjelaskan bahwa hafalan perlu diulang secara rutin agar tidak mudah lupa. “Mengulang hafalan baru sebelum menambah hafalan berikutnya,” ujarnya. Selain itu, hafalan juga dapat diterapkan dalam salat serta disetorkan kepada guru untuk mendapatkan koreksi.

Sebagai penutup, Ustazah Yuni menekankan pentingnya konsistensi dalam menghafal Al-Qur’an. Ia menyarankan agar setiap individu memiliki jadwal tetap dan lingkungan yang mendukung. “Menyediakan waktu khusus setiap hari untuk menghafal serta mencari lingkungan kondusif,” pungkasnya. Ia berharap metode ini dapat membantu masyarakat dalam menghafal Al-Qur’an secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....