Pakar Media Tekankan Kearifan Lokal dalam AI ASEAN
- 27 Apr 2026 19:04 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pakar Media dan Komunikasi Universitas Airlangga, Prof Dr Rachmah Ida PhD, menjadi pembicara MACE CONNECT 2026, dengan fokus riset komunikasi global. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pengembangan AI di ASEAN.
“Integrasi nilai lokal penting agar teknologi tetap relevan dengan konteks masyarakat,” katanya, Senin, 27 April 2026. Pada sesi Communication Future in Asia, ia menyoroti peran ASEAN sebagai inovator AI.
“ASEAN kini bukan hanya konsumen, tetapi juga produsen teknologi AI,” ucapnya. Menurutnya, teknologi AI telah digunakan di berbagai sektor, termasuk ruang publik.
“Mereka sudah menerapkan AI generatif di berbagai bidang kehidupan,” katanya. Ida juga menyoroti kekuatan nilai komunal yang tetap bertahan di era digital.
“Pendekatan berbasis harmoni dan keluarga lebih efektif dibandingkan individualisme,” ujarnya. Representasi media yang selaras dengan nilai tersebut dinilai memiliki resonansi emosional kuat.
Ia mencontohkan perusahaan seperti Grab dan Lazada yang mengangkat kisah lokal melalui AI. Namun, ia mengingatkan adanya potensi risiko AI dalam memperkuat stereotip.
“Data AI sering kekurangan konteks budaya lokal yang beragam," ucapnya. Mengacu studi BBC Media Action, penggunaan AI di media berita Indonesia terus meningkat.
Sebanyak 75 persen jurnalis menggunakan AI seperti ChatGPT dan Gemini dalam pekerjaan. “Ini menjadi tantangan teknis sekaligus budaya agar teknologi tetap dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Sebagian jurnalis melihat AI sebagai peluang, namun lainnya menganggapnya ancaman. Prof Ida menilai AI juga menjadi bagian komunikasi politik baru di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....