DPRD Jatim Terima Aspirasi HMI Soal Peran Perempuan di Madura
- 27 Apr 2026 17:58 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, menerima aspirasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jatim. Mereka mengusulkan adanya Peraturan Daerah (Perda) khusus, yang mengatur keterlibatan perempuan pada berbagai sektor di Madura.
Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf menerima secara langsung, Kohati (Korps HMI-Wati) Badan Koordinasi (Badko) HMI ini, Senin 27 April 2026. Turut mendampingi, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, Syamsiar Aulia Rahman.
Musyafak mengungkapkan, rombongan yang terdiri dari para perempuan ini, memberikan masukan terkait dengan peran perempuan dalam politik. Khususnya adalah para perempuan di kawasan Pulau Garam, Madura.
"Intinya adalah mereka memberikan masukan terkait dengan peran perempuan dalam politik yang terjadi, khususnya di Pulau Madura," katanya.
Pada pertemuan ini, Kohati Badko HMI sengaja menyoroti peran perempuan dalam ranah politik di Madura, lantaran sampai saat ini masih minim partisipasi. Oleh karena itu, Musyafak menyebut, Madura butuh penyelenggara Pemilu yang paham terhadap penerapan kuota 30 persen perempuan.
"Kenapa di Madura itu? perempuan perannya sangat minim. Banyak faktor, salah satu diantaranya di Madura masih butuh pranata penyelenggara pemilu yang akuntabel, yang berintegritas, sekaligus harus transparan dalam proses pemilu itu," jelasnya.
Musyafak menegaskan, jika seluruh penyelenggara Pemilu memenuhi kuota 30 persen keterlibatan perempuan, maka partispiasi perempuan akan terwadahi. Mulai dari Panitia Pemilu, hingga peserta Pemilu.
"Insyaallah di sana akan muncul tokoh-tokoh perempuan yang bisa menjadi anggota DPR, bisa menjadi kepala daerah. Tapi kalau prosesnya masih belum bisa kita intervensi untuk bisa keteerbukaan, kemudian penyelenggaranya fair, ya mungkin susah untuk ada perubahan di Madura," imbuhnya.
Untuk itu, HMI minta ada Perda terkait dengan peran perempuan dalam mengisi berbagai kegiatan politik, berbagai kegiatan sosial, perekonomian, khususnya di wilayah Madura. Termasuk juga pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tingkat Daerah.
"Iya, ya kan? Jadi sekarang ini dari jumlah ini ga ada perempuan sama sekali, tahun dulu masih ada Ning Fitri, sekarang ga ada," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....