Gunung Teraktif Dunia, Ini dari Indonesia

  • 24 Apr 2026 08:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Daftar gunung api teraktif di dunia kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya infografik yang menampilkan sejumlah gunung dengan frekuensi erupsi tinggi, termasuk dari Indonesia. Dalam infografik tersebut, beberapa gunung yang disorot antara lain Gunung Yasur yang mengalami erupsi sekitar setiap 15 menit, Gunung Fuego setiap 20 menit, serta Gunung Stromboli sekitar 30 menit.

Data tersebut merupakan kompilasi yang dipublikasikan platform statistik GoodStats dari sumber All Top Everything. Fenomena ini sejalan dengan karakteristik gunung api aktif.

Dilansir dari laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung api aktif merupakan gunung yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik dan memiliki catatan letusan dalam sejarah. “Gunung api aktif adalah gunung api yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik atau memiliki catatan letusan dalam sejarah,” tulis laman itu.

Proses terbentuknya gunung api juga dipengaruhi kondisi geologi tertentu. Dilansir dari laman United States Geological Survey, gunung api terbentuk di sepanjang batas lempeng atau titik panas (hotspot) yang memungkinkan magma naik ke permukaan. “Gunung api terbentuk di sepanjang batas lempeng atau titik panas, tempat magma dapat mencapai permukaan,” tulis laman tersebut.

Indonesia sendiri termasuk wilayah dengan aktivitas vulkanik tinggi karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung api aktif yang terus dipantau secara berkala.

Salah satu gunung paling aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi. Dilansir dari laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung ini memiliki periode erupsi yang relatif pendek dibandingkan gunung api lainnya. “Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan periode erupsi yang relatif pendek,” tulis laman Badan Geologi Kementerian ESDM.

Selain itu, Gunung Semeru juga dikenal memiliki aktivitas tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Semeru didominasi letusan kecil yang terjadi berulang secara periodik.

Tingginya aktivitas gunung api membuat potensi letusan perlu diwaspadai. Masyarakat di kawasan rawan bencana diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi pemerintah guna meminimalkan risiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....