Ini Makna Delapan Senjata Muay Thai
- 24 Apr 2026 06:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Olahraga bela diri Muay Thai dikenal luas sebagai olahraga keras. Namun, di balik itu, terdapat konsep unik yang belum banyak dipahami masyarakat, yakni julukan “seni delapan senjata”.
Julukan ini merujuk pada penggunaan delapan bagian tubuh dalam bertarung, yaitu dua tangan, dua siku, dua lutut, dan dua kaki. Berbeda dengan tinju yang hanya mengandalkan pukulan tangan, Muay Thai memungkinkan petarung menyerang dari berbagai arah dengan kombinasi teknik yang lebih beragam.
Mengacu pada informasi resmi Tourism Authority of Thailand, penggunaan delapan anggota tubuh tersebut menjadi ciri khas utama dalam Muay Thai. “Muay Thai dikenal sebagai seni delapan anggota tubuh yang menggunakan tinju, siku, lutut, dan tulang kering,” tulis laman resmi tersebut.
Keunikan ini membuat Muay Thai dinilai lebih dinamis dibandingkan bela diri lainnya. Variasi serangan yang banyak menuntut atlet tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki koordinasi dan strategi yang baik dalam setiap gerakan.
Penjelasan serupa juga disampaikan ONE Championship yang menilai julukan tersebut berasal dari banyaknya anggota tubuh yang digunakan dalam pertarungan. “Inilah alasan Muay Thai sering disebut sebagai seni delapan anggota tubuh,” tulis platform tersebut.
Tak hanya soal teknik, Muay Thai juga memiliki nilai budaya yang kuat. Sebelum bertanding, petarung biasanya melakukan ritual Wai Kru sebagai bentuk penghormatan kepada pelatih dan leluhur. Tradisi ini menjadi pembeda Muay Thai dengan olahraga bela diri modern lainnya.
Kini, Muay Thai semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, baik sebagai olahraga prestasi maupun kebugaran. Dengan memahami makna “delapan senjata” ini, masyarakat dapat melihat Muay Thai bukan sekadar olahraga keras, tetapi juga seni bela diri yang menggabungkan teknik, budaya, dan filosofi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....