Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk SDM Unggul
- 23 Apr 2026 19:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak perkuat budaya membaca. Kegiatan itu, sebagai upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Gubernur Khofifah, Kamis 23 April 2026 menjelaskan, buku merupakan simbol kekuatan bagi manusia. Melalui membaca, seseorang dapat menjelajahi dunia, memahami berbagai budaya, menembus batas ruang dan waktu.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita bisa berkeliling dunia, memahami peradaban, dan memperkaya perspektif tanpa harus berpindah tempat. Inilah kekuatan literasi,” ujarnya bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia atau World Book Day tahun 2026.
Khofifah mengatakan Hari Buku Sedunia menjadi momentum penting untuk menghargai buku sebagai sarana transfer ilmu, pelestarian budaya, serta jembatan pemahaman antar generasi.
“Momentum ini mengingatkan kita untuk terus menghargai karya literasi sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mencintai budaya membaca,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak dapat dilakukan secara instan. Melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga pemerintah dan masyarakat luas.
“Literasi adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, budaya membaca harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tegasnya.
Di era digital saat ini, Khofifah juga menekankan pentingnya literasi yang adaptif. Tidak hanya membaca buku dalam bentuk fisik, tetapi juga memanfaatkan e-book dan audiobook sebagai bagian dari transformasi literasi modern.
“Literasi hari ini bukan hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara bijak. Ini penting agar masyarakat tidak mudah terpapar hoaks dan disinformasi,” jelasnya.
Selain itu, berbagai inovasi juga dilakukan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat. Seperti mobil perpustakaan keliling (MPK), dongeng keliling (Dollen), Tur Keliling Perpustakaan (Tulip), hingga podcast literasi.
“Kami ingin anak-anak sejak dini menyukai buku, tidak hanya bergantung pada gadget. Karena itu, literasi harus kita hadirkan secara kreatif dan menyenangkan,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, budaya literasi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif, inovatif, serta mampu menghadapi tantangan global di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....