Khofifah Salurkan DBHCHT dan KIP Jawara, Dukung Kemandirian Ekonomi Perempuan

  • 22 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai program bantuan. Kali ini menyasar buruh industri hasil tembakau serta perempuan pelaku usaha di pabrik rokok PT Gelora Djaja Surabaya.

Gubernur Khofifah menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 315 buruh pabrik rokok PT Gelora Djaja Surabaya. Selain itu, juga disalurkan bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP), Perempuan Tangguh Mandiri (Putri) Jawa Timur Sejahtera (Jawara) kepada 300 perempuan penerima manfaat di Kota Surabaya.

Dalam siaran pers, Rabu 22 April 2026, Khofifah menjelaskan, penyaluran DBHCHT merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim, agar manfaat dana cukai dapat dirasakan langsung oleh para pekerja. Program ini juga memastikan distribusi dana berjalan tepat sasaran dan kembali kepada masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan industri hasil tembakau.

"Melalui dua program DBHCHT dan KIP Putri Jawara, upaya nyata dalam memperkuat peran dan kemandirian perempuan di bidang ekonomi, baik sebagai pekerja maupun sebagai pelaku usaha," ujarnya.

Adapun, bantuan DBHCHT diberikan kepada 315 buruh. Masing-masing mendapat Rp1 juta. Sedangkan program KIP Putri Jawara menyasar 300 perempuan penerima manfaat dengan bantuan modal usaha senilai Rp3 juta per orang, dengan total anggaran Rp900 juta.

"Program KIP Putri Jawara mendorong perempuan agar mandiri secara ekonomi melalui kegiatan usaha produktif berkelanjutan," katanya.

Direktur Utama PT Gelora Djaja, Krisna Tanimihardja, menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan DBHCHT yang dinilai tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan buruh. "Kami mendukung penuh karena tepat sasaran khususnya bidang kesejahteraan, kesehatan dan penegakan hukum. Sinergi Pemerintah dan pelaku industri memberi dampak positif berkelanjutan," katanya.

Ia pun berharap program DBHCHT maupun KIP Putri Jawara dapat terus dilanjutkan dan diperluas guna mendukung peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan masyarakat. "Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta kewirausahaan inklusi putri jawara untuk membantu masyarakat kurang mampu serta mereka yang akan memulai usaha," ucapnya.

Secara keseluruhan, pada tahun 2026 sebanyak 10.324 buruh rokok di 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur menerima manfaat DBHCHT dengan total anggaran mencapai Rp10,324 miliar. Khusus Kota Surabaya, tercatat 3.841 buruh rokok menerima bantuan dengan nilai total Rp3,841 miliar.

Sedangkan program KIP Putri Jawara telah berjalan selama satu tahun sejak diluncurkan pada peringatan Hari Kartini 2025. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 10.492 perempuan pencari nafkah utama di berbagai daerah di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....