El Nino “Godzilla” Bikin Resah, Ini Faktanya

  • 17 Apr 2026 13:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Istilah “El Nino Godzilla” yang ramai diperbincangkan masyarakat memicu kekhawatiran akan kemarau ekstrem di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan istilah tersebut bukan ilmiah, melainkan hanya ungkapan populer untuk menggambarkan potensi kekeringan yang lebih kuat.

Saat diwawancarai RRI Surabaya, Selasa 14 April 2026, Dr. Supari, Ketua Pokja Prediksi Bulanan dan Musiman BMKG Pusat, menjelaskan bahwa secara ilmiah El Nino terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi sirkulasi atmosfer dan berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia.

“Istilah El Nino ‘Godzilla’ itu bukan ilmiah. BMKG menggunakan istilah moderat hingga kuat untuk menggambarkan kondisi El Nino tahun 2026,” ujar Supari.

Ia menyebut, saat ini baru sekitar 7,8 persen wilayah Indonesia atau 55 dari 696 zona musim yang telah memasuki musim kemarau, sehingga kondisi kemarau masih berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah. Untuk Pulau Jawa, musim kemarau diperkirakan terjadi pada Mei 2026, sementara di Jawa Timur berlangsung lebih panjang, yakni sejak April hingga Oktober 2026.

BMKG juga memprediksi El Nino tahun ini berada pada kategori moderat hingga kuat, dengan puncak terjadi pada Oktober hingga Desember 2026. Kondisi ini berpotensi menyebabkan musim kemarau terasa lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Meski demikian, Supari mengimbau masyarakat tidak perlu panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap harus waspada dan melakukan upaya pencegahan sejak dini,” katanya.

Selain kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan, sebagian besar kejadian tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia.

“Tidak ada suhu panas yang bisa menimbulkan api tanpa pemicu. Kebakaran hutan dan lahan sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah di lahan terbuka. BMKG bersama pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi mitigasi, termasuk kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah tertentu untuk menekan dampak kekeringan.

BMKG menegaskan, dengan pemahaman yang tepat dan langkah mitigasi sejak dini, dampak El Nino 2026 dapat dikendalikan tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....