Mengenal Hoarding Disorder Gangguan Menimbun yang Sering Disalahpahami

  • 17 Apr 2026 10:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pernah merasa sangat sulit membuang barang meski sudah tidak terpakai? Kondisi ini bisa jadi lebih dari sekadar kebiasaan menimbun biasa. Hoarding disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang kerap disalahpahami, padahal dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Dilansir dari Fimela.com, hoarding disorder ditandai dengan kesulitan persisten untuk membuang atau berpisah dengan barang, terlepas dari nilai sebenarnya. Akibatnya, terjadi penumpukan barang yang membuat ruang hidup menjadi penuh sesak dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Berbeda dengan hobi mengoleksi, kondisi ini menyebabkan akumulasi barang yang tidak terorganisir. Penderita sering merasa cemas, marah, atau panik saat harus membuang barang. Bahkan, mereka meyakini benda-benda tersebut masih memiliki nilai guna atau nilai sentimental yang kuat di masa depan.

Gejala hoarding disorder juga mencakup kesulitan mengambil keputusan, kecenderungan terus menyimpan atau membeli barang baru, hingga rasa tertekan jika barang disentuh orang lain. Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat memicu isolasi sosial serta masalah kognitif seperti keraguan dan penundaan.

Penyebab gangguan ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor seperti genetik, pengalaman traumatis, hingga gangguan mental lain seperti depresi dan OCD diduga berperan. Lingkungan masa kecil serta kebiasaan finansial juga dapat memicu perilaku menimbun yang berkembang seiring bertambahnya usia.

Penanganan hoarding disorder umumnya dilakukan melalui terapi perilaku kognitif (CBT) dan, dalam beberapa kasus, penggunaan obat antidepresan. Dukungan keluarga dan penanganan sejak dini sangat penting untuk membantu penderita mengelola kondisi ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....