Bekal Amal Hadapi Alam Kubur
- 16 Apr 2026 07:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kematian menjadi sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap makhluk hidup. Hal ini mengingatkan manusia bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan akan berlanjut ke kehidupan akhirat.
Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Kamis, 16 April 2026, Ustazah Rachma Ayuningtyas atau yang akrab disapa Ustazah Yuyun Ketua Departemen Humas PW Salimah Jatim mengatakan, Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 185.
“Semua manusia pasti akan merasakan kematian. Allah mengabarkan kepada kita bahwa setiap jiwa akan mati, tidak hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, bahkan jin. Ini menunjukkan bahwa hanya Allah saja yang kekal,” ujarnya.
Menurutnya, kematian seringkali dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Hal ini tidak lepas dari adanya peringatan tentang siksa Allah SWT, termasuk adzab kubur yang menjadi bagian dari kehidupan setelah dunia.
“Kematian memang terasa menakutkan karena ada peringatan tentang siksa dan adzab kubur. Namun justru itu menjadi pengingat bahwa hidup di dunia hanya sementara, sehingga kita terdorong untuk berbuat baik agar tidak menyesal di alam kubur nanti,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, alam kubur merupakan tahap awal dari perjalanan akhirat. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kubur adalah langkah pertama menuju kehidupan akhirat. Jika seseorang selamat melewatinya, maka perjalanan berikutnya akan lebih mudah.
Kondisi alam kubur yang berat juga tergambar dari kisah para sahabat Nabi. Ustazah Yuyun menuturkan bahwa Utsman bin Affan RA dikenal sering menangis saat berada di pemakaman hingga membasahi janggutnya.
“Bahkan sahabat Nabi seperti Utsman bin Affan ketika melewati kuburan beliau menangis sampai janggutnya basah. Ini menunjukkan bahwa alam kubur itu memang sangat menggetarkan,” tuturnya.
Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa kubur memiliki himpitan. Bahkan sahabat seperti Mu’adz bin Jabal RA pun tidak terlepas dari himpitan tersebut sebagai bagian dari ujian awal di alam kubur.
| Baca juga: Takwa Jadi Jalan Kemuliaan |
Setelah itu, manusia akan menghadapi pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan balasan yang diterima, apakah berupa kenikmatan atau adzab kubur.
“Setelah kita mampu menjawab pertanyaan dari malaikat, barulah kita mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang telah kita lakukan di dunia, apakah mendapatkan kenikmatan atau justru adzab,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan bahwa perlindungan dari adzab kubur dapat diupayakan sejak di dunia melalui doa dan amal saleh. “Cara melindungi diri dari adzab kubur adalah dengan berdoa kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, dan istiqamah dalam menjalankannya,” tuturnya.
Dengan demikian, kesadaran akan kematian dan kehidupan setelahnya diharapkan mampu menjadi motivasi bagi setiap individu untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....