Gubernur Khofifah Beberkan Strategi dan Kita Sukses Jadi Provinsi Lumbung Pangan

  • 15 Apr 2026 11:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinilai sukses membawa Provinsi ini menjadi lumbung pangan nasional. Ia membeberkan strategi ini kepada para Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Lemdiklat Polri ke-35 tahun 2026, saat di Grahadi.

Dalam siaran pers, Rabu 15 April 2026, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kunci keberhasilan Jawa Timur terletak pada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Termasuk peran strategis TNI-Polri dalam mendukung program pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan.

"Contohnya, ada kontribusi dari TNI-Polri yang memetakan luas tambah tanam, bagaimana irigasi-irigasi tersier bisa mempersambungkan sumber air dengan daerah-daerah yang memang membutuhkan irigasi, dan lain sebagainya," kata Gubernur Khofifah.

Khofifah menambahkan, posisi strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” turut memperkuat peran provinsi ini dalam mendukung distribusi logistik nasional, khususnya ke wilayah Indonesia Timur. Karena hampir 80 persen logistik Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan masukan dan rekomendasi untuk memperkuat sinergi agar lebih produktif dan maju," ujarnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur telah menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras terbesar secara nasional sejak 2020. Tak hanya itu, Jawa Timur juga berkontribusi hampir 30 persen dalam produksi jagung nasional. "Semuanya atas sinergi banyak pihak. Artinya memang Jawa Timur ini ruang berproses dan ruang bertumbuh. Maka, apa yang sebetulnya bisa kita bangun kesinambungan dari pertemuan malam hari ini adalah bagaimana menularkan best practice ini," ujarnya.

Gubernur Khofifah optimis, bahwa Jatim akan mampu swasembada daging dalam kurun waktu tiga tahun kedepan. Jawa Timur saat ini juga disupport oleh BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) Kementan yang berlokasi di Singosari Malang. “Di BBIB ini kami bisa mendapatkan pelatihan sangat banyak tentang pengawas kebuntingan untuk sapi dara bunting maupun petugas inseminator buatan. Dulu ada sembilan gubernur yang saya minta mengirim tim supaya mereka di-training untuk belajar disini," ucapnya.

Jika berhasil, Jawa Timur dapat memenuhi kebutuhan MBG dan menjadi sumber income baru bagi masyarakat. Hal ini memungkinkan, terutama karena Jawa Timur memiliki peternakan seperti di Malang dan Blitar yang sapi-sapi perahnya sudah ada yang menghasilkan 50 liter per ekor setiap harinya.

"Kalau ini bisa menjadi bagian dari plan of action, pertemuan ini bisa dilanjutkan dengan kunjungan ke BBIB Singosari. Saya rasa ini akan menjadi penguat. Proses inseminasi buatan bisa dilihat hasilnya dalam 9 bulan. Dalam 2 tahun, sapi rata-rata sudah mencapai 600 kilogram," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Khofifah, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51–52% produksi gula nasional , jika program swasembada gula yang dijalankan Menteri Pertanian RI berjalan optimal maka Indonesia punya potensi swasembada gula. Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI Irjen Pol. Jawari mengatakan bahwa pihaknya datang untuk mengimplementasikan kompetensi leadership dan manajerial yang telah diperoleh secara teoritis di lembaga pendidikan. Jawa Timur secara khusus dinilai memiliki capaian yang sangat baik, khususnya dalam sektor ketahanan pangan yang berkontribusi signifikan terhadap nasional.

"Jadi, Jawa Timur ini layak menjadi lokasi pembelajaran bagi para calon pimpinan tinggi. Perlu kami laporkan kepada Ibu Gubernur bahwa teman-teman ini di lembaga pendidikan itu diberikan kemampuan kepemimpinan transformatif agar mampu menghadapi tantangan tugas ke depan. Sehingga melalui kedatangan ini mereka dapat melihat secara langsung sejauh mana implementasi di lapangan," katanya.

Kunjungan kepada Gubernur Jatim ini, dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN), yang menjadi forum strategis bagi para perwira menengah (Kombes) dan perwira tinggi (Brigjen) Polri untuk mempelajari langsung praktik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang mendorong capaian kinerja Jawa Timur di berbagai sektor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....