Nasihat Rasul Tentang Zikir dan Syukur

  • 15 Apr 2026 07:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 15 April 2026 menghadirkan tausiyah yang mengangkat keteladanan nasihat Rasulullah kepada Muadz Bin Jabal, yang sarat makna dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Dai PW PERSIS Jawa Timur, Agus Zulkarnaen, menyampaikan bahwa rasa cinta kepada sesama tidak cukup hanya ditunjukkan dengan kata-kata, tetapi juga melalui kepedulian dan perhatian yang nyata.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk kasih sayang Rasulullah kepada sahabatnya adalah dengan memberikan nasihat singkat namun mendalam. Salah satunya adalah anjuran untuk tidak meninggalkan doa di akhir salat.

“Rasulullah mengajarkan kepada Muadz Bin Jabal agar tidak pernah meninggalkan doa di penghujung shalat, yakni memohon pertolongan kepada Allah untuk senantiasa mengingat, bersyukur, dan beribadah kepada-Nya,” ujarya.

Doa yang dimaksud merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika” yang artinya: Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan pentingnya menjaga ibadah dan tidak melalaikannya, sebagaimana dalam Surah Taha ayat 14 yang menegaskan perintah untuk mengingat Allah melalui salat. Menurutnya, nasihat Rasulullah kepada Muadz dikenal singkat, padat, namun memiliki makna yang sangat dalam dan relevan sepanjang masa.

“Tanpa pertolongan Allah, manusia akan sulit untuk konsisten dalam beribadah, bahkan untuk sekadar mengingat-Nya pun seringkali lalai. Padahal, kita diperintahkan untuk selalu mengingat Allah dalam segala keadaan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa rasa syukur merupakan ibadah yang luar biasa, karena mampu menjaga dan menambah nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia. Melalui doa sederhana yang diajarkan Rasulullah tersebut, umat Islam diharapkan dapat menjadikannya sebagai amalan harian, khususnya setelah shalat, sebagai bentuk ikhtiar untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Dengan demikian, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah tidak hanya menjadi tuntunan spiritual, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....