Jatim Fokus Pelayanan Dasar pada RKPD Tahun 2027
- 14 Apr 2026 18:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), fokus pelayanan dasar, pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2027. Selain itu, juga menitikberatkan program yang memberikan pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Wakil Gubenrur Jatim Emil Elestianto Dardak menjelaskan, meskipun dalam kondisi ketidakpastian global, penyusunan RKPD harus tetap berjalan. Hal itu dikatakan Emil, seusai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Selasa 14 April 2026.
“Ada dua acuan utama. Yang pertama adalah RPJMD kita (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Dan juga ada RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Emil menuturkan, RPJMD tahun 2027 fokus terhadap pelayanan dasar. Tetapi juga Pertumbuhan Berkualitas, baik dari investasi, produktivitas dan Industri.
“Kalau berkualitas, ini artinya bukan sekedar bagaimana kemudian angka perputaran ekonomi meningkat. Tapi, memastikan bahwa desa kebagian. Bahwa masyarakat yang tergolong rentan kebagian,” katanya.
Dari sektor pendidikan, Wagub Emil memastikan adanya akses pemerataan dan kesetaraan, serta keterjangkauan bagi semua. Bukan semata membangun fasilitas sekolah, tetapi juga Sumber daya Manusia (SDM).
“Guru-guru termasuk PPPK. Mereka harus kita perhatikan semua. Itulah postur anggaran yang kita paparkan pada hari ini,” imbuhnya.
Dari sisi kesehatan, Wagub Jatim mengungkapkan, ada rumah sakit yang akan segera tuntas. Di Pamekasan, rumah sakit M. Nur. Rumah sakit di Jember, yang tadinya rumah sakit Paru, sekarang jadi rumah sakit umum.
“Sehingga kita punya lima rumah sakit wilayah. Ada yang di Surabaya, ada yang di Madiun, Malang. Sekarang sudah ada juga yang di Madura dan di Tapal Kuda,” terangnya.
Dari sisi transportasi umum, Jatim tidak hanya memiliki bus Trans Jatim, tapi juga Trans Laut. Pada 2027 mendatang, akan dibangun transportasi terintegrasi, yakni kereta listrik dengan nilai kontrak sekitar Rp140 miliar.
“Jadi tidak hanya jalannya saja yang dibangun. Tapi transportasi publiknya juga kita bangun. Baik dengan anggaran provinsi maupun juga tadi ada program dari pusat,” tegasnya.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS RI Prof. Rachmat Pambudy menjelaskan, program daerah harus berseiring dengan program prioritas Presiden Prabowo. Sekaligus memastikan program tersebut manfaat bagi masyarakat.
“Kalau ada kesulitan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kecamatan, desa, kami para menteri harus bisa menyelesaikan dan memastikan bahwa perencanaan itu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” katanya.
Menteri PPN bahkan memuji Provinsi Jatim yang dinilainya berhasil mengatasi tekanan ekonomi. Mulai dari gejolak BBM maupun elpiji, hingga ketahanan pangan, bahkan saat Ramadan dan Lebaran lalu.
“Tekanan ekonomi Provinsi Jawa Timur sudah bisa mengatasi. Sudah melewati kondisi yang paling sulit pada waktu Ramadan, Lebaran, Provinsi Jawa Timur sudah bisa menjaga ketahanan pangan,” pujinya.
Hadir pada Musrenbang RKPD Jatim tahun 2027, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Muti, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk dan Kepala Pusat Fasilitasi Insfrastruktur Daerah Kementerian PU, Krisno Yuwono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....