IPNU Jabon Gelar Diskusi Soroti Krisis Moralitas Pelajar

  • 14 Apr 2026 13:07 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Sidoarjo - IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Kecamatan Jabon menggelar diskusi bertajuk Kumpul Asik Lan Diskusi (KUASAI) sebagai respons atas krisis moralitas di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama atas menurunnya kualitas karakter generasi muda.

Fenomena krisis moral ditandai dengan mulai memudarnya sikap saling menghargai, empati, hingga tanggung jawab sosial di lingkungan pelajar. Kondisi ini dinilai semakin terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai faktor dinilai menjadi pemicu, mulai dari pengaruh lingkungan pergaulan hingga penggunaan media sosial yang belum bijak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan berdampak luas ke depan.

Pembina IPNU–IPPNU Jabon, Sirojul Chakim, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar. Menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa hanya dibebankan pada individu semata.

“Kita perlu membangun kesadaran kolektif. Bukan hanya tanggung jawab individu, tapi bagaimana lingkungan dan interaksi sosial ikut membentuk karakter pelajar,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

Ia menyebut, krisis moral juga mulai berdampak pada organisasi pelajar, seperti menurunnya komitmen anggota dan lemahnya rasa tanggung jawab dalam menjalankan peran.

“Organisasi harus jadi ruang pembinaan. Melalui komunikasi yang kuat, evaluasi rutin, dan keteladanan pemimpin, nilai-nilai positif bisa ditanamkan secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam lingkup organisasi pelajar, krisis moralitas juga berdampak pada menurunnya komitmen anggota, lemahnya rasa tanggung jawab, hingga berkurangnya kepedulian antar sesama. Oleh karena itu, organisasi dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter.

Melalui organisasi, nilai-nilai etika, budaya, serta sikap tanggung jawab dapat ditanamkan secara berkelanjutan. IPNU–IPPNU Jabon pun mendorong penguatan komunikasi antar anggota, pelaksanaan evaluasi bersama secara rutin, serta keteladanan dari para pemimpin organisasi sebagai langkah konkret dalam membangun karakter pelajar.

Dengan upaya tersebut, organisasi pelajar diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkegiatan semata, tetapi juga mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berintegritas, memiliki solidaritas tinggi, serta kepedulian sosial yang kuat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....