Vandalisme di Kota Surabaya Jadi Sorotan, Cerminkan Rendahnya Kesadaran Remaja

  • 14 Apr 2026 09:26 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya – Aksi vandalisme yang kembali terjadi di ruang publik Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi sorotan aparat kepolisian. Selain merusak estetika kota, tindakan tersebut dinilai mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum.

Akhirnya, sebanyak empat pemuda asal wilayah Kenjeran, Kota Surabaya, berusia 20 hingga 21 tahun, diamankan Kepolisian setempat setelah diduga mencoret dan mengecat dinding fasilitas umum di bawah jembatan viaduk Gubeng menggunakan cat semprot.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Putra, menyebut aksi tersebut diduga merupakan bentuk aktualisasi diri yang keliru tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

“Fenomena ini menjadi perhatian serius karena selain merusak keindahan kota, juga menunjukkan kurangnya kesadaran bahwa ruang publik adalah milik bersama,” kata Erika, melalui humas, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, meskipun para pelaku yang diamankan mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelompok atau jaringan di balik aktivitas vandalisme.

Sebagai langkah pembinaan, para pelaku dikenakan sanksi sosial di Liponsos Keputih. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus membangun kesadaran sosial para pelaku.

"Pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan. Orang tua atau wali dilibatkan sebagai penjamin agar pengawasan terhadap pelaku dapat berlangsung secara berkelanjutan," tegasnya.

Ke depan, kepolisian bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat.

“Kolaborasi antara warga dan kepolisian menjadi kunci untuk menciptakan kota yang aman, bersih, dan nyaman,” ujar Erika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....