BPBD Mojokerto Imbau Warga Waspadai Pancaroba dan Ancaman El Nino
- 13 Apr 2026 21:31 WIB
- Surabaya
KBRN, Mojokerto — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa pancaroba dan potensi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan panjang serta penurunan curah hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan wilayahnya saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan hujan yang masih terjadi disertai angin kencang, serta suhu panas yang cukup terik.
“Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Saat ini kita sedang memasuki puncak musim pancaroba dari hidrometeorologi basah menuju hidrometeorologi kering,” kata Rinaldi kepada RRI, Senin 13 April 2026.
Menurut dia, perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga kekeringan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
BPBD Kabupaten Mojokerto, lanjut Rinaldi, telah melakukan sejumlah langkah mitigasi guna meminimalkan dampak bencana. Di antaranya merapikan pohon-pohon yang rawan tumbang bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta memberikan edukasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui layanan digital.
“Kami melakukan beberapa langkah mitigasi, seperti merapikan pohon-pohon yang berpotensi tumbang saat angin kencang. Selain itu, kami juga terus mengedukasi masyarakat dan memberikan peringatan agar berhati-hati, terutama bagi warga yang memiliki rumah dengan struktur atap dan dinding yang kurang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di wilayah rawan angin kencang untuk memperkuat struktur bangunan, khususnya pada bagian atap dan dinding, guna mengurangi risiko kerusakan saat cuaca ekstrem terjadi.
“Sekarang ini kita masih diterpa hujan disertai angin kencang, kemudian panas yang cukup terik. Jadi kita harus siap,” ucapnya.
Selain upaya pencegahan, BPBD juga menyiagakan layanan darurat selama 24 jam, termasuk call center, tim reaksi cepat, dan unit pemadam kebakaran, untuk merespons potensi kejadian bencana secara cepat dan efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....