Jatim Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem akibat El Nino
- 13 Apr 2026 10:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan status siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem memasuki April 2026. Fenomena El Niño diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya 815 desa berpotensi terdampak kekeringan. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah yang mulai mengalami penurunan curah hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi melalui koordinasi lintas instansi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami sudah memetakan daerah rawan kekeringan dan mulai berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan serta kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan,” kata Gatot dalam keterangan yang diterima, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, awal musim kemarau di Jawa Timur diperkirakan mulai terjadi pada April, dengan puncaknya pada Agustus 2026. Karena itu, BPBD bersama instansi terkait menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti distribusi air bersih, optimalisasi sumber air, hingga peningkatan patroli di wilayah rawan kebakaran.
Selain upaya pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menghemat penggunaan air dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan kesiapan dan sinergi antar instansi, pemerintah berharap dampak kemarau ekstrem tahun ini dapat ditekan, sehingga tidak mengganggu kebutuhan dasar masyarakat maupun sektor pertanian di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....