Gubernur Khofifah Resmikan Gudang Logistik Kebencanaan BPBD Jatim
- 10 Apr 2026 08:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga BPBD Jatim. Sebagai upaya memperkuat logistik kebencanaan berbasis digital.
Gubernur Khofifah, Kamis malam, 9 April 2026 menegaskan, fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola logistik kebencanaan yang lebih tertib, berkualitas, dan akuntabel.
Menurutnya, pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO). Memastikan efektivitas distribusi serta menjaga kualitas logistik.
"Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal, terutama untuk barang-barang yang memiliki masa kedaluwarsa," ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang kerap disebut Godzilla El Nino. Ia pun menekankan, mitigasi harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi.
"Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi Musim Kemarau oleh Dinas PU Sumber Daya Air Jatim kepada daerah-daerah yang sudah dipetakan terjadinya musim kemarau," kata Khofifah.
Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan bahwa pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola logistik, operasional. Serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan.
"Gedung ini berperan dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, serta pendistribusian berbagai kebutuhan dasar dan peralatan penanggulan bencana. Guna menunjang kesiap-siagaan dan kecepatan respon dalam situasi darurat," katanya.
Adapun Gedung Olahraga BPBD Jatim akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembinaan fisik dan pelatihan personel. Sehingga mampu meningkatkan ketangguhan serta kesiapan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.
"Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kinerja BBBD Provinsi Jawa Timur dalam memberikan pelayanan penanggulan bencana dapat semakin tangguh dan berdampak," ucapnya.
Pembangunan gedung ini dilaksanakan pada tahun 2025 mulai bulan Juni hingga bulan Desember atau 180 hari. Menggunakan APBD Jawa Timur tahun 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp29.648.000.000.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....