BMH Ajak Raih Keberkahan lewat Sedekah Jariyah Sumur Bor
- 09 Apr 2026 10:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program dialog Tanjung Perak Pagi yang disiarkan pada Kamis, 9 April 2026 membahas upaya meraih keberkahan melalui sedekah jariyah pembangunan sumur bor. Dalam dialog tersebut, Koordinator Fundraising LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah BMH Jawa Timur, M. Mahfudz Alafghoni, menjelaskan pentingnya sedekah air sebagai bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
Program ini juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi membantu daerah yang mengalami kekeringan.
Mahfudz menjelaskan bahwa keberkahan memiliki makna yang luas dalam kehidupan. Ia menyampaikan bahwa keberkahan tidak hanya berkaitan dengan jumlah harta atau umur, tetapi juga manfaat yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan bahwa secara istilah, keberkahan diartikan sebagai bertambahnya kebaikan dalam hidup. Menurutnya, keberkahan juga berkaitan dengan ketenangan batin dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT.
“Keberkahan bukan hanya soal kuantitas, melainkan kualitas—ketenangan, manfaat, dan kedekatan kepada Allah SWT,” jelas Mahfudz.
Melalui program yang dijalankan LAZNAS BMH, masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam sedekah jariyah pembangunan sumur bor. Program ini bertujuan membantu warga desa dan pesantren yang kesulitan mendapatkan akses air bersih, terutama di daerah yang terdampak kekeringan di Jawa Timur.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat.
Mahfudz mengatakan, BMH menargetkan pembangunan 313 titik sumur bor di berbagai wilayah Jawa Timur. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan, bahkan saat musim kemarau panjang.
“Tujuan program ini adalah membantu masyarakat, pesantren serta desa yang kesulitan atau bahkan tidak memiliki akses terhadap air bersih,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sedekah air memiliki nilai keutamaan dalam ajaran Islam. Hal tersebut merujuk pada kisah sahabat Nabi Muhammad SAW, Sa’ad bin Ubadah, yang bertanya mengenai sedekah terbaik.
Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW menyebut bahwa memberikan air merupakan salah satu bentuk sedekah yang paling utama.
Program pembangunan sumur bor ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data calon penerima manfaat, pengecekan lokasi dengan metode geolistrik untuk memastikan ketersediaan air tanah, hingga tahap pengeboran dan instalasi pipa serta pompa air. Setelah selesai, sumur akan diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Melalui program tersebut, BMH berharap masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam membantu sesama sekaligus meraih keberkahan.
“Program Sumur Bor ini hadir menjadi solusi atas harapan dan impian para santri serta warga desa pelosok yang mengalami krisis air bersih berkepanjangan,” ujar Mahfudz. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan sedekah air sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....