Lari 1.260 Km Lawan Sampah Plastik di Sungai Indonesia
- 08 Apr 2026 20:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tiga pendiri Sungai Watch memulai ultra-maraton lintas Jawa melawan polusi plastik. Aksi ini menempuh 1.260 kilometer dari Bali hingga Jakarta dalam 57 hari.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Gary Bencheghib bersama Kelly Bencheghib dan Sam Bencheghib. Mereka menargetkan penggalangan dana sebesar satu juta dolar Amerika.
Dana tersebut akan digunakan untuk membersihkan sungai dari satu juta kilogram sampah plastik. Program ini juga bertujuan memperluas operasi Sungai Watch di berbagai wilayah Indonesia.
Setiap hari, tim berlari sekitar 25 kilometer sambil menggelar aksi bersih sungai. Mereka juga melibatkan masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah sepanjang rute perjalanan.
Perjalanan ini telah melewati sejumlah wilayah di Jawa Timur yang memiliki tingkat pencemaran tinggi. Tim juga menyasar kawasan industri dan aliran sungai yang terdampak limbah.
Selain berlari, mereka melakukan pemetaan kondisi sungai secara langsung di lapangan. Langkah ini bertujuan menentukan titik prioritas penanganan sampah ke depan.
Gary Bencheghib menyatakan tim tidak hanya berlari setiap hari sepanjang rute perjalanan. “Kami bekerja dengan masyarakat dan memulihkan lokasi pembuangan sampah ilegal,” ujarnya dalam rilis diterima RRI, Rabu 8 April 2026.
Kelly Bencheghib menambahkan kegiatan ini membantu memahami kondisi sungai di Pulau Jawa. “Kami jadi tahu ke mana langkah Sungai Watch berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Sam Bencheghib menilai momentum kesadaran publik terhadap sampah mulai meningkat. “Kami ingin mengubahnya menjadi aksi nyata dan solusi berkelanjutan,” ujarnya.
Gerakan ini juga mendapat perhatian dari tokoh nasional dan pembuat kebijakan. Dukungan diberikan untuk memperkuat kesadaran terhadap krisis sampah plastik di Indonesia.
Salah satu dukungan datang dari Sandiaga Salahuddin Uno. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata menggalang kesadaran publik.
“Saya harap masyarakat ikut mendukung gerakan yang sangat baik ini,” kata Sandiaga. Ia juga mengapresiasi upaya tim yang melibatkan komunitas secara langsung.
Sejak berdiri pada 2020, Sungai Watch telah mengangkat lebih dari 4,5 juta kilogram sampah. Organisasi ini juga memasang lebih dari 400 penghalang sampah di sungai.
Kegiatan Run for Rivers menjadi bagian dari upaya memperluas dampak tersebut. Kampanye ini mengusung konsep satu dolar setara satu kilogram sampah diangkat.
Hingga hari kesepuluh, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari 56 ribu dolar Amerika. Seluruh dana akan dialokasikan untuk program pembersihan sungai.
Ekspedisi ini dijadwalkan berakhir di Jakarta dengan target bertemu Presiden Prabowo Subianto. Tim ingin menyampaikan kondisi nyata pencemaran sungai secara langsung.
Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang sampah plastik laut terbesar di dunia. Sebagian besar sampah berasal dari sungai yang tidak terkelola dengan baik.
Melalui aksi ini, Sungai Watch berharap kesadaran publik meningkat menjadi gerakan nyata. Upaya kolektif dinilai penting untuk menjaga ekosistem sungai dan laut Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....