Gubernur Khofifah Ajak Semua Pihak Siaga Hadapi Kemarau dan Karhutla
- 07 Apr 2026 18:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pihak untuk siap siaga menghadapi musim kemarau serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prediksi BMKG, musim kemarau dimulai Mei.
Ajakan ini disampaikan Gubernur Khofifah saat Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026, Selasa 7 April 2026. Yang turut dihadiri Wagub Jatim Emil Dardak dan seluruh Bupati Walikota.
"Sebentar lagi musim kemarau, potensi-potensi bencana yang bisa terjadi mari kita antisipasi bersama mulai saat ini," ajak Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah meminta seluruh kepala daerah untuk bergerak proaktif sebelum puncak kemarau terjadi. Juga menginstruksikan agar memastikan distribusi air bersih tepat sasaran dan perkuat pemantauan titik api di wilayah rawan.
"Bupati / Wali Kota bisa segera melakukan plan of action, proaktif memetakan wilayahnya tanpa menunggu bencana terjadi," ucapnya.
Gubernur Khofifah juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah. Selain itu menggunakan air secara bijak dan aktif melaporkan potensi bencana kepada pemerintah daerah setempat.
"Saya imbau masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya karhutla," imbaunya.
Gubernur Khofifah mengatakan bahwa kekeringan menjadi pemicu utama terjadinya karhutla. Ketika sumber air menurun dan vegetasi mengering, maka lahan menjadi sangat mudah terbakar.
"Karena kekeringan dapat memicu kebakaran, dan kebakaran memperburuk kerusakan lingkungan serta menurunkan daya dukung ekosistem ke depan," ucapnya.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB RI Raditya Jati menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur. Menjadi salah satu Provinsi yang memiliki rencana penanganan bencana turunan dari Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (Renas PB).
"Saya harap Jawa Timur ini menjadi contoh, untuk Indeks Resiko Bencana Jawa Timur yang memulai untuk seluruh Indonesia, Mari anggaran pra bencananya diperbesar, mitigasi dan pencegahannya diperbesar," tuturnya.
Di tahun 2026, hingga tanggal 31 Maret, telah terjadi 121 kejadian bencana alam. Yang didominasi oleh angin kencang sebanyak 82 kejadian dan banjir sebanyak 27 kejadian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....