Wagub Emil Minta Pertamina Jamin Kelancaran Distribusi Elpiji di Jatim
- 06 Apr 2026 20:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengecek stok elpiji di Pangkalan Muh Nur Komari Jalan Jemursari II, Surabaya, Senin 6 April 2026. Emil mewanti-wanti Pertamina agar distribusi elpiji di Jatim lancar.
Wagub Emil minta agar Pertamina memastikan stok elpiji aman di Jawa Timur. Ia tidak ingin ada warga Jatim yang mengeluhkan kelangkaan gas melon ini, terlebih bagi para pelaku UMKM makanan untuk kebutuhan memasak.
"Saya harap distrubusi bisa lancar, seperti saya meminta tadi ketika ada kekosongan elpiji di pangkalan, langsung dilakukan distribusi dari agen atau SPBE," ujarnya.
Berdasarkan data dari PT Pertamina (Persero), ketahanan stok LPG berada dalam kondisi aman. Secara nasional, stok LPG tercatat berada di atas 20 hari, sementara stok siap salur di wilayah Jawa Timur berada di kisaran 4,4 hari sebagai bagian dari sistem distribusi berjalan.
Menurut Emil, angka tersebut merupakan bagian dari mekanisme logistik energi, di mana pasokan terus bergerak dari terminal, pelabuhan, hingga pangkalan.
“Kalau dilihat secara utuh, termasuk yang dalam perjalanan dan sudah berada di pelabuhan, stoknya lebih dari 20 hari. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Di sisi distribusi, Jatim didukung oleh sekitar 36.000 pangkalan LPG resmi yang menjadi titik utama penyaluran kepada masyarakat. Emil memastikan bahwa stok di pangkalan dalam kondisi tersedia dan menjadi acuan pembelian masyarakat.
“Harga di pangkalan sesuai HET sekitar Rp18.000. Kami minta masyarakat membeli di pangkalan resmi agar harga terkendali dan pasokan terjamin,” katanya.
Pantauan langsung di lapangan ini, Emil bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa. Pertamina menjamin distribusi dan ketersediaan elpiji.
"Stok elpiji itu sampai 20 hari kerja. Kemudian yang akan ready untuk di distribusikan adalah 4,4 hari. Jadi Pertamina selalu menjamin ketersediaan energi," katanya.
Untuk memastikan agar gas melon tepat sasaran, pembelian juga diatur. Bagi rumah tangga, pembelian dibatasi maksimal 10 tabung dalam sebulan, sedangkan untuk pembeli golongan pelaku UMKM, pembelian maksimal 15 tabung dalam sebulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....