Jibom Turun Selidiki Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo
- 06 Apr 2026 18:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Sidoarjo – Upaya pengungkapan penyebab ledakan di pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) di kawasan Waru, Sidoarjo, terus dilakukan. Kali ini, aparat kepolisian mengerahkan personel Brimob dan tim penjinak bom (Jibom) untuk masuk langsung ke area pabrik guna mendukung proses penyelidikan.
Kehadiran personel Brimob dan Jibom bertujuan memastikan kondisi lokasi tetap aman sekaligus membantu pengumpulan bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Proses penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan pengamanan ketat, mengingat masih adanya potensi bahaya dari sisa material pascaledakan.
Pantauan di lapangan, sebanyak 10 anggota Brimob lebih dahulu memasuki area pabrik menggunakan sepeda motor trail. Tak lama berselang, kendaraan taktis (rantis) Brimob menyusul dengan membawa personel tambahan untuk memperkuat pengamanan sekaligus memperluas area penyisiran.
Salah satu warga setempat, Siswoyo, mengaku melihat langsung kedatangan aparat ke lokasi. “Iya, tadi ada anggota Brimob masuk menggunakan sepeda motor trail, kemudian disusul kendaraan taktis. Mungkin untuk membantu penyelidikan,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Sebelumnya, ledakan keras terjadi di dalam area pabrik dan mengejutkan warga sekitar. Suara dentuman dilaporkan terdengar hingga kawasan Sepanjang Indah, Sidoarjo, hingga Gayungsari, Surabaya.
Sejumlah ambulans juga tampak masih disiagakan di depan pabrik sebagai langkah antisipasi jika dibutuhkan penanganan darurat.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada sebuah drum atau tong yang meledak saat proses pemotongan menggunakan alat las.
Pihak kepolisian bersama tim Brimob terus mendalami penyelidikan untuk memastikan sumber ledakan, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja di dalam pabrik.
Proses penyelidikan diperkirakan masih akan berlangsung hingga seluruh area dinyatakan aman dan seluruh bukti berhasil dikumpulkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....