Strategi Istiqamah Pasca Madrasah Ramadan
- 06 Apr 2026 13:53 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya – Masih terngiang dalam ingatan kita lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca saat tadarus di bulan Ramadan. Sebagai mana diungkapkan dalam dialog pada ceramah oleh Nyai Nani Wardani, S.Pd.I, S.Pd,. M.Pd Muballighot Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. Saat itu kita berjuang melawan hawa nafsu, menahan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat, serta berusaha mengisi setiap waktu dengan kebaikan demi meraih ridha Allah SWT.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menjadi pemenang, yaitu hamba yang bertakwa. Namun dalam perjalanan tersebut, tidak jarang niat baik kita tersandung berbagai tantangan. Meski demikian, dengan pertolongan Allah, kita mampu menyelesaikan berbagai target kebaikan di bulan yang penuh ampunan tersebut.
Kini, Ramadan telah berlalu. Beruntunglah orang-orang yang mampu mengisinya dengan amal kebaikan. Oleh karena itu, mari kita terus berusaha untuk mengisi hari-hari setelah Ramadan dengan istiqamah.
Kebaikan yang telah menjadi kebiasaan selama Ramadan hendaknya tidak berhenti, tetapi justru ditingkatkan. Baik dalam hubungan kita kepada Allah (hablumminallah), maupun hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Karena setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita masing-masing—siapa menanam, dia yang akan menuai.
Ramadan sering disebut sebagai madrasah kehidupan, tempat kita dilatih untuk:
- Menahan diri
- Memperbanyak ibadah
- Membersihkan hati
Namun pertanyaannya:
Apakah kita lulus dari madrasah Ramadan?
Dan yang lebih penting, apakah kita bisa istiqamah setelahnya?
Definisi Istiqamah
Istiqomah berarti:
➡️ Teguh di jalan Allah
➡️ Konsisten dalam kebaikan
➡️ Tidak hanya semangat sesaat
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Fussilat ayat 30
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Dalam hadits yang di riwayatkan oleh muslim disebutkan
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Qul āmantu billāhi ṡumma istaqim.
Artinya:
"Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ lalu beristiqamahlah." (HR. Muslim)
Fenomena Pasca Ramadan
Sering terjadi:
- Shalat berjamaah menurun
- Tilawah Al-Qur’an berkurang
- Semangat ibadah melemah
Hal ini menjadi tanda bahwa nilai-nilai Ramadan belum sepenuhnya membekas dalam diri kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Para pendengar RRI yang di Rahmati Allah,
Tantangan dalam Menjaga Istiqamah
Ada beberapa tantangan yang sering kita hadapi:
1. Kebiasaan lama sulit meninggalkan
2. Motivasi yang menurun seiring waktu
3. Lingkungan yang kurang mendukung
4. Kelelahan fisik dan mintal
5. Kurangnya pengawasan atau kontrol diri
Strategi Menjaga Istiqamah
Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita dapat melakukan beberapa hal:
| Baca juga: Ramadan, Bulan Tarbiyah Bentuk Karakter Diri |
1. Melanjutkan puasa sunnah. Seperti puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa Daud, dan puasa Ayyamul Bidh
2. Meninggkatkan ibadah harian. Seperti shalat, tilawah AL-Qur’an, dan dzikir.
3.Menjaga akhlak. Dengan meningkatkan empati, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama.
4. Mencari lingkungan yang baik. Bergabung dengan teman atau komunitas yang saling mendukung dalam kebaikan.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perubahan. Jangan sampai kita rajin hanya saat Ramadhan, lalu lalai setelahnya. Karena Allah bukan hanya Rabb di bulan Ramadhan, tetapi juga Rabb di seluruh waktu.
Istiqamah bukan berarti harus sempurna, tetapi tentang terus kembali kepada Allah ketika kita terjatuh.
Berikut doa yang dapat kita amalkan untuk memohon istiqomah:
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Ya Allah, Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Atau:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan dan kesungguhan dalam petunjuk."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....