Cing Ming Tradisi Leluhur Sarat Makna Kehidupan
- 05 Apr 2026 22:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya: Tradisi Cing Ming kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur sekaligus merefleksikan makna kehidupan. Ritual ini tidak sekadar ziarah makam, tetapi juga wujud bakti yang diyakini sebagai kebajikan tertinggi, bahkan ketika orang tua telah tiada.
Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai sajian khas yang wajib dihadirkan, seperti ayam kukus tanpa bumbu, ikan goreng tanpa bumbu, serta babi samcan. Selain itu, aneka kue tradisional seperti kue thok, kue mangkok, roti kukus, dan ketan wajik turut melengkapi persembahan, bersama bunga mawar, melati, teh, air, serta buah-buahan seperti apel, jeruk, dan pir.
Ries Handono, Pecinta Budaya Nusantara, menjelaskan bahwa Cing Ming bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana menjaga hubungan lintas generasi. “Tradisi ini menjadi cara menjaga silsilah keluarga sekaligus mengingatkan manusia bahwa kehidupan akan berakhir, sehingga harus dijalani dengan arif dan bijaksana,” ujarnya. Minggu, 5 April 2026.
Selain itu, Wenas, pemerhati tradisi Tionghoa, menekankan bahwa makna terdalam dari Cing Ming adalah kesadaran akan siklus hidup. “Kematian bukan lawan dari hidup, tetapi bagian darinya. Dari sini kita belajar menghargai waktu dan menjalani hidup dengan penuh kebijaksanaan,” tuturnya.
Dalam tradisi ini, keluarga juga membawa berbagai barang kesukaan almarhum, termasuk replika pakaian dari kertas yang kemudian dibakar di makam. Sementara bagi keluarga yang melakukan kremasi, penghormatan dilakukan dengan mendoakan leluhur di depan foto. Ritual ini biasanya dilakukan sejak sepuluh hari setelah kematian hingga maksimal lima tahun, dengan penyesuaian waktu untuk leluhur yang telah lama wafat.
Vivi, pemerhati tradisi Tionghoa, mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya ini. “Tradisi harus tetap dijalankan dan jangan dilupakan, meski dilakukan dengan cara sederhana. Libatkan anak cucu agar mereka mengenal akar keluarganya,” katanya. Dengan keterlibatan lintas generasi, tradisi Cing Ming diharapkan tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....